Selasa 21 Jun 2022 01:00 WIB

Jawa Barat Target Vaksinasi PMK 2.000 Ekor Sapi Sebelum Idul Adha

Jawa barat memiliki lima wilayah sentra sapi

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Nur Aini
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyaksikan proses vaksinasi penyakit mulut dan kuku (PMK) kepada hewan ternak sapi perah di Cilembu, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Senin (20/6/2022). Pemerintah Provinsi Jawa Barat menargetkan pada pekan pertama dapat memberikan vaksin PMK bagi 2.000 sapi di lima sentral sapi di Jawa Barat seperti Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Garut, Kuningan dan Sumedang.
Foto: ANTARA/Raisan Al Farisi
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyaksikan proses vaksinasi penyakit mulut dan kuku (PMK) kepada hewan ternak sapi perah di Cilembu, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Senin (20/6/2022). Pemerintah Provinsi Jawa Barat menargetkan pada pekan pertama dapat memberikan vaksin PMK bagi 2.000 sapi di lima sentral sapi di Jawa Barat seperti Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Garut, Kuningan dan Sumedang.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Pemerintah Provinsi Jawa Barat menargetkan sebanyak 2.000 ekor sapi perah di wilayah setempat divaksinasi sebelum Idul Adha. Oleh karena itu, Gubernur Jabar Ridwan Kamil, meminta masyarakat Jawa Barat tetap tenang dengan penyakit mulut dan kuku (PMK). 

"Target di pekan ini ada 2.000 sapi perah se-Jabar yang akan divaksinasi dan dilaksanakan di seluruh wilayah Jabar," ujar Ridwan Kamil yang akrab disapa Emil, Senin (20/6/2022).

Baca Juga

Emil menjelaskan, di Jabar ada lima besar wilayah sentra sapi yakni, Kabupaten Bandung, KBB, Garut, Kuningan, dan Sumedang. Menurutnya, sebagian sapi yang terpapar PMK di Jabar telah sembuh.

"Untuk sapi yang terkena PMK, persis diperlakukan seperti kepada manusia yang sakit dikasih obat. Makanya 40 persen dari yang terpapar itu sudah sembuh," katanya.

Menurut Emil, sapi yang sehat, seperti yang terdapat di Tanjungsari Sumedang diberikan vaksin PMK di 3 tahap.

"Untuk yang pertama terus kedua seperti Covid juga dan booster nah dengan tingkat kesembuhan yang terus membaik diharapkan secepatnya PMK ini bisa kita kendalikan," katanya.

Semua sapi yang sehat, kata dia, akan diberi sertifikat yang bisa diakses lewat handphone.  Pada setiap sapi yang sehat dan sudah divaksinasi akan diberikan barcode di bagian telinga yang bisa dipindai. Sapi yang ditandai dengan kepingan warna kuning merupakan sapi siap potong.

"Dan kita lihat di hari ini adalah sapi perah ini se Jabar jumlahnya 76.000," katanya.

Emil menjelaskan, jika ada satu sapi terkena penyakit PMK maka produksi susunya bisa turun hingga 80 persen. Oleh karena itu, PMK sangat mempengaruhi suplai susu di Jawa Barat.

"Jangan khawatir pilih hewan yang ada sertifikat sehatnya, laksanakan ibadah idul kurbannya seperti sedia kala negara terus memantau," ujarnya

Emil pun meminta doa pada masyarakat agar pelaksanaan kurban berjalan lancar dengan vaksinasi. Sehingga, seluruh kesehatan hewan baik sapi kerbau baik sapi potong atau perah itu bisa disehatkan secepatnya. 

"Saya ucapkan terima kasih kepada kementerian pertanian atas dukungan program vaksinasi sapi dan peternakan di Jawa Barat," katanya. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement