Thursday, 13 Muharram 1444 / 11 August 2022

Bitcoin Turun Dekati 20 Ribu Dolar, Industri Kripto Mulai Cemas

Senin 20 Jun 2022 14:18 WIB

Rep: ANTARA/ Red: Fuji Pratiwi

Aset kripto (ilustrasi). Industri mata uang kripto berada dalam kecemasan pada Senin (20/6/2022) pagi. Sebab investor khawatir rambatan dari masalah-masalah pada pemain kripto besar dapat menghasilkan guncangan besar jika tidak dikendalikan.

Aset kripto (ilustrasi). Industri mata uang kripto berada dalam kecemasan pada Senin (20/6/2022) pagi. Sebab investor khawatir rambatan dari masalah-masalah pada pemain kripto besar dapat menghasilkan guncangan besar jika tidak dikendalikan.

Foto: Pixabay
Jika aset kripto turun lebih lanjut dinilai bakal jadi persoalan besar.

REPUBLIKA.CO.ID, HONGKONG -- Industri mata uang kripto berada dalam kecemasan pada Senin (20/6/2022) pagi. Sebab investor khawatir rambatan dari masalah-masalah pada pemain kripto besar dapat menghasilkan guncangan besar jika tidak dikendalikan.

Bitcoin yang telah kehilangan 57 persen sepanjang tahun ini dan 37 persen bulan ini, turun di bawah 20 ribu dolar AS selama akhir pekan untuk pertama kali sejak Desember 2020. Level tersebut memiliki signifikansi simbolis, karena kira-kira merupakan puncak siklus 2017.

Baca Juga

Penurunan harga mengikuti kesulitan di beberapa pemain industri utama. Sementara penurunan lebih lanjut dapat berdampak buruk karena investor kripto lainnya terpaksa menjual kepemilikan mereka untuk memenuhi margin call dan menutupi kerugian.

Dana lindung nilai (hedge fund) kripto Three Arrows Capital sedang menjajaki pilihannya, termasuk penjualan aset dan dana talangan oleh perusahaan lain, kata pendirinya kepada Wall Street Journal dalam sebuah berita yang diterbitkan Jumat (17/6/2022).

Pada Jumat (17/6/2022) juga, pemberi pinjaman kripto yang berfokus di Asia, Babel Finance, mengatakan akan menangguhkan penarikan. Pemberi pinjaman yang berbasis di AS Celsius Network awal bulan ini mengatakan akan menangguhkan penarikan, dan banyak masalah industri baru-baru ini dapat ditelusuri kembali ke keruntuhan spektakuler yang disebut stablecoin TerraUSD pada Mei.

Bitcoin diperdagangkan di kedua sisi 20 ribu dolar AS pada Senin (20/6/2022), sementara token Ether, uang kripto terbesar nomor dua berada di 1.075 dolar AS, setelah turun di bawah level simbolisnya 1.000 dolar AS selama akhir pekan.

"Jika pasar bergerak lebih tinggi, semua orang bernafas lega, semuanya akan dibiayai kembali, orang akan meningkatkan ekuitas, dan semua risiko akan hilang. Tetapi jika kita bergerak jauh lebih rendah dari sini, saya pikir itu bisa menjadi badai besar," kata Adam Farthing, kepala kantor risiko untuk Jepang di penyedia likuiditas kripto B2C2.

Farthing mengungkapkan, banyak kredit yang ditarik dari sistem dan jika pemberi pinjaman harus menanggung kerugian dari Celsius dan Three Arrows. Mereka akan mengurangi ukuran buku pinjaman masa depan mereka yang berarti bahwa seluruh jumlah kredit yang tersedia di ekosistem kripto jauh lebih banyak berkurang.

"Rasanya seperti 2008 bagi saya dalam hal bagaimana bisa ada efek domino dari kebangkrutan dan likuidasi," kata Farthing.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA