Senin 20 Jun 2022 14:02 WIB

PKB-Gerindra Berkoalisi, Golkar: Kami Hormati

Golkar menghormati strategi yang dilakukan setiap partai politik.

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Ilham Tirta
Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia Tandjung.
Foto: Republika/Nawir Arsyad Akbar
Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia Tandjung.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia Tandjung menanggapi santai terbentuknya koalisi antara Partai Gerindra dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Ia pun menghormati strategi yang dilakukan keduanya.

"Saya kira itu kan dinamika yang terjadi akhir-akhir ini. Jadi kan, masing-masing partai politik kan punya strategi, punya cara. Punya agenda masing-masing, dan tentu kita harus hormati," kata Doli kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (20/6/2022).

Baca Juga

Sama seperti Golkar, Doli mengatakan, partainya punya strategi sendiri dalam mengadapi Pilpres 2024. Salah satunya dengan membentuk Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) bersama PAN dan PPP. "Sama juga PDIP juga punya strategi sendiri. Gerindra-PKB juga punya strategi sendiri, dan kita menghormati itu," ujarnya.

Menurut Doli, langkah-langkah politik itu ujungnya dilakukan untuk kepentingan bangsa dan negara. Ia menuturkan, saat ini KIB tengah fokus membahas apa yang menjadi platform dasar baik di pilpres maupun dalam membangun bangsa lima tahun mendatang.

"Termasuk visi program segala macam, itu akan lebih baik. Saya kira bangsa ini akan menjadi bangsa produktif kalau semua partai politiknya membicarakan tentang itu," kata dia.

Doli menjelaskan, setelah membicarakan konsepsinya, koalisi kemudiakan membahas terkait implementasinya serta mensosialisasikan kepada masyarakat. Baru tahap berikutnya membicarakan siapa yang akan memimpin konsepsi tersebut.

"Bicara tentang soal siapa paket yang akan membawa misi besar ini nanti, membawa misi besar KIB ini ya setiap partai politik saya kira berkesempatan untuk bisa juga membicarakannya secara internal," kata dia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement