Ahad 19 Jun 2022 22:08 WIB

DLJLAZ Gelar Meet & Greet untuk 100 Disabilitas Netra se-Jabodetabek

Para tunanetra itu menyetor hafalan Alquran 15 juz, bahkan 30 juz.

Dapur Leha Jakarta Lembaga Amil Zakat (DLJLAZ) menggelar acara Meet & Greet bersama 100 orang disabilitas netra (distra) se-Jabodetabek, di Jakarta, Sabtu (18/6).
Foto: Dok DLJLAZ
Dapur Leha Jakarta Lembaga Amil Zakat (DLJLAZ) menggelar acara Meet & Greet bersama 100 orang disabilitas netra (distra) se-Jabodetabek, di Jakarta, Sabtu (18/6).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA- Dapur Leha Jakarta Lembaga Amil Zakat (DLJLAZ) menggelar acara Meet & Greet bersama 100 orang disabilitas netra (distra) se-Jabodetabek. Para distra itu merupakan para penghafal Alquran binaan Yayasan Hafal Tanpa Menghafalkan (HATAM).  Kegiatan itu diadakan di Aula Masjid Al-Mubarok TQN Center, Rawamangun, Jakarta Timur , Sabtu (18/6).

 “Efek pandemi tidak menyurutkan para distra untuk terus menghafal ayat-ayat Alquran di tengah kesulitan ekonomi dan pangan.  Mayoritas mereka bekerja sebagai tukang pijat. Namun, tak dipungkiri, pandemi telah menghilangkan jumlah pasien mereka. Kini, pandemi telah berangsur menghilang; namun pasien yang dulu tak kunjung datang. Semula puluhan pasien berdatangan setiap harinya, kini satu dua pasien pun dalam seminggu belum tentu datang. Hal ini, tentu membuat ekonomi distra terpuruk,” kata Ketua DLJLAZ, Dewi Rahmayanti, dalam siaran pers yang diterima Republika.co.id, Ahad (19/6).

Karenanya, Dewi menambahkan, DLJLAZ dibantu dengan Hafal Tanpa Menghafalkan atau HATAM dan para donatur  menginisiasi untuk gelar Meet and Greet sebagai kunci menuju solusi distra berdaya. “Distra dipertemukan dengan para donatur yang peduli bahwa memberi kail jauh lebih baik dari memberi ikan bagi para distra,” ujarnya.

Menurut Dewi Rahmayanti, selama ini, untuk menutupi kebutuhan harian, para distra beralih profesi menjadi tukang kerupuk dan pengamen jalanan. Namun tantangannya tak mudah mereka lewati.  Banyak yang kena tipu, dipalak preman, keserempet mobil, dan tak sedikit yang malah kecebur got. Bantuan memang sering datang berupa pangan berwujud sembako.

Mereka, kata Dewi,  sangat bersyukur akan hal itu, namun biaya listrik, sewa kontrakan rumah, gas, dan kebutuhan lainnya banyak yang tak tercukupi. Terpaksa di antara para distra banyak yang diusir dari rumah kontrakannya karena sudah tak sanggup bayar.

“Karenanya, DLAJLAZ terpanggil untuk mengatasi persoalan ekonomi para distra ini, melalui kegiatan Meet & Greet dan kegiatan-kegiatan lainnya di kemudian hari.  Walau memang belum dapat menuntaskan semua, namun berbuat sekecil apapun sangat berarti buat para distra,” ujar Dewi Rahmayanti. 

Dalam acara Meet & Greet ini, para distra  melakukan setoran hafalan Alquran. Ada yang sudah hafal 15 juz dan ada pula yang sudah hafal 30 juz, serta menampilkan berbagai kesenian. Mereka membuktikan bahwa hasil binaan dari HATAM berupa menghafal Alquran telah sungguh-sungguh dilakukan dan menunjukkan bahwa potensi distra tak kalah dari orang awas.

Acara ini juga dimeriahkan oleh kehadiran dai nasional dan artis ibu kota, yaitu Ustadz  Abdul Latif dan Cici Paramida. “Juga didukung oleh berbagai  pihak, yaitu DPF, BMT Nasuha, LDTQN Prov DKI Jakarta dan TQN News,” tutur Dewi Rahmawati.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement