Friday, 14 Muharram 1444 / 12 August 2022

FSP Parekraf KSPSI akan Gelar Musyawarah Nasional Pertama di Bali pada 21-22 Juni 2022

Sabtu 18 Jun 2022 23:39 WIB

Red: Gilang Akbar Prambadi

Pariwisata di Bali (ilustrasi)

Pariwisata di Bali (ilustrasi)

Foto: Republika/Agung Supri
Sikap proaktif masyarakat sangat diperlukan untuk percepat pemulihan sektor wisata.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Federasi Serikat Pekerja Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (FSP Parekraf), anggota dari Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), akan menggelar Musyawarah Nasional (Munas) pertamanya. 

Setelah sebelumnya dideklarasikan di Mataram, Nusa Tenggara Barat pada tanggal 30 Maret 2022, kurang dari tiga bulan kemudian Pengurus Pusat dan sekurangnya 13 Pengurus Daerah dari Aceh sampai Sulawesi Barat beserta Pengurus Cabang dan Pengurus Unit Kerja di dalamnya bergerak cepat menata organisasi dengan melaksanakan Munas di Bali pada tanggal 21-22 Juni 2022.

Baca Juga

“Sikap proaktif masyarakat sangat diperlukan untuk mempercepat pemulihan negeri. Federasi Serikat Pekerja Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (FSP Parekraf) KSPSI sebagai bagian dari society yang anggotanya terkena dampak langsung yang sangat besar akibat pandemi ini, sangat siap bersinergi dengan pemerintah dan pihak swasta,” kata Ketua Umum FSP Parekraf KSPSI Jumhur Hidayat, Sabtu (18/6/2022).

“Salah satu tujuan kami menyelenggarakan Musyawarah Nasional dengan tema Indonesia Sehat, Pariwisata Bangkit ini, selain merupakan amanat AD/ART FSP Parekraf KSPSI Pasal 28, juga sebagai ikhtiar dari seluruh pekerja di bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di seluruh Indonesia untuk berkoordinasi menyusun program yang sekiranya dapat membantu Pemerintah demi tercapainya bangsa yang sehat yang diharapkan menjadi monumen kebangkitan pariwisata Indonesia,” kata Jumhur.

Kepala Bidang Ekonomi Kreatif FSP Parekraf, Z Apriliantony mengatakan, pihaknya juga mengupayakan sejumlah rancangan kerja supaya para pekerja di sektor tersebut terus berjuang, konsisten dan mendapat keamanan serta kenyamanan dalam berkarya.

Misalnya saja, didorong adanya berbagai macam bentuk bantuan, baik bantuan finansial, bantuan project. Dengan demikian, ikut memastikan kehadiran dari pemerintah untuk menyediakan pendukung berkarya hingga membantu mendistribusikan, memasarkan hasil karya anak bangsa yang meliputi proses penciptaan, kegiatan produksi dan distribusi barang serta jasa, yang dalam prosesnya membutuhkan kreativitas dan kemampuan intelektual.

Adapun rinciannya, pengembang permainan, arsitektur, desain interior, musik, seni rupa, desain produk, fesyen, kuliner film, animasi dan video, fotografi, desain komunikasi visual, televisi dan radio, kriya, periklanan, seni pertunjukan, penerbitan serta aplikasi.

"Terkait bidang pekerjaan yang ditekuni, diharapkan dapat ditemukan jalan keluar terbaik. Dengan adanya kami maka para anggota akan mendapatkan pendampingan dan solusi dari tiap masalah yang kita kerjakan bersama-sama dengan berbagai terobosan yang dilakukan," kata dia.

Seperti diketahui, Pandemi COVID-19 telah menjadi tantangan bagi seluruh masyarakat dunia. Sudah dua tahun lamanya, pandemi ini menyerang kita semua. Segala lini kehidupan terkena dampak akibat pandemi ini, mulai dari kesehatan hingga ekonomi. Diperlukan kerja sama dari berbagai sektor untuk bisa membawa Indonesia bertahan dan melewati masa kelam ini.

Sementara itu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Sandiaga Salahuddin Uno, saat beraudiensi dengan FSP Parekraf KSPSI di Gedung Pesona pada 13 Mei 2022 lalu menyampaikan dukungannya, “Kami berharap dengan adanya kemitraan dengan Serikat Pekerja Parekraf ini bisa mempercepat pemulihan ekonomi kita, membuka peluang usaha, dan membuka lapangan kerja yang luas,” kata Sandiaga dikutip dari Antara.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA