Friday, 8 Jumadil Awwal 1444 / 02 December 2022

Capaian Imunisasi Anak di Cianjur Masih Rendah

Ahad 19 Jun 2022 00:15 WIB

Rep: Antara/ Red: Christiyaningsih

Petugas memberikan vaksin polio dengan cara diteteskan ke mulut bayi. Keterbatasan stok vaksin membuat pencapaian imunisasi anak di Cianjur masih rendah. Ilustrasi.

Petugas memberikan vaksin polio dengan cara diteteskan ke mulut bayi. Keterbatasan stok vaksin membuat pencapaian imunisasi anak di Cianjur masih rendah. Ilustrasi.

Foto: Antara/Ampelsa
Keterbatasan stok vaksin membuat pencapaian imunisasi anak di Cianjur masih rendah

REPUBLIKA.CO.ID, CIANJUR - Dinas Kesehatan Cianjur, Jawa Barat mencatat keterbatasan stok vaksin membuat pencapaian imunisasi anak di Cianjur masih rendah. Angka imunisasi atau vaksinasi BCG guna mencegah tuberkulosis baru mencapai 26 persen.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Cianjur Frida Laila Yahya mengatakan selama periode Januari hingga Mei 2022 imunisasi BCG baru di angka 26 persen, imunisasi polio sebesar 29 persen, dan campak sebesar 27 persen. "Pencapaian imunisasi dasar lengkap kita masih rendah. Tercatat sampai Mei belum ada yang mencapai 30 persen. Seharusnya per bulan Juni ini sudah dapat tercapai di angka 95 persen, karena minimnya stok vaksin target masih rendah," katanya.

Baca Juga

Frida menjelaskan beberapa kendala yang dihadapi untuk memaksimalkan pencapaian imunisasi anak antara lain karena tenaga kesehatan masih fokus pada vaksinasi Covid-19. Pencapaian vaksinasi untuk dosis pertama sudah di angka 95 persen, dosis kedua sebesar 90 persen, dan dosis ketiga baru 30 persen. Ketersediaan vaksin untuk imunisasi dasar lengkap selama pandemi sangat terbatas. Termasuk kegiatan pelayanan selama pandemi masih dalam pembatasan dan letak geografis Cianjur yang sangat luas, sehingga petugas kesulitan untuk menjangkau setiap anak.

"Dinkes akan terus menggenjot pencapaian imunisasi secara maksimal melalui Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) pada Juli. Harapan kami kegiatan tersebut angka imunisasi anak meningkat tajam," terang Frida.

Dinkes juga meminta tenaga kesehatan dan pendamping posyandu untuk terus menyosialisasikan pada warga yang memiliki anak balita untuk rutin memeriksakan kesehatan dan mendapat imunisasi lengkap.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA