Thursday, 10 Rabiul Awwal 1444 / 06 October 2022

Bandarlampung Catat Kasus DBD Dekati 900 Kasus

Jumat 17 Jun 2022 20:48 WIB

Red: Nur Aini

Petugas medis memeriksa kondisi pasien anak penderita Demam Berdarah Dengue (DBD), ilustrasi

Petugas medis memeriksa kondisi pasien anak penderita Demam Berdarah Dengue (DBD), ilustrasi

Foto: ANTARA/Oky Lukmansyah
Kasus DBD terbanyak di Bandarlampung tercatat pada Januari 2022

REPUBLIKA.CO.ID, BANDARLAMPUNG -- Dinas Kesehatan (Dinkes) Bandarlampung mencatat sejak awal 2022 hingga pertengahan Juni 2022, kasus terjangkit penyakit demam berdarah dengue (DBD) mencapai 868 kasus dengan kasus terbanyak pada Januari.

"Pada Januari kasus DBD di kota ini mencapai 217, terbanyak hingga kini," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kadis Kesehatan Kota Bandarlampung, Desti Mega Putri di Bandarlampung, Jumat (17/6/2022).

Baca Juga

Kemudian, kata dia, kasus DBD pada bulan Februari berjumlah 177, Maret 158, April 126, Mei 126. Sementara itu pada bulan Juni per tanggal 17 ada 64 kasus.

"Ya, kasus DBD memang tinggi di awal tahun tapi setelahnya terus menurun, diharapkan Juni ini juga turun angka keterjangkitannya," kata dia.

Dia pun mengatakan, upaya pencegahan keterjangkitan oleh penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk aedes aegepty tersebut terus dilakukan dengan pengasapan dua kali dalam sebulan di 126 kelurahan.

"Selain itu pihaknya juga tetap melakukan fogging focus berdasarkan laporan masyarakat," kata dia.

Ia pun meminta masyarakat langsung melaporkan ke puskesmas terdekat bila didapati daerahnya terdapat kasus DBD sehingga langsung ditangani.

"Laporan bisa dilakukan melalui lurah atau datang langsung ke puskesmas terdekat," kata dia.

Ia juga mengatakan bahwa pihaknya terus melakukan sosialisasi 3M plus dengan menguras atau membersihkan tempat yang sering dijadikan penampungan, menutup rapat tempat-tempat penampungan air, memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang memiliki potensi untuk jadi tempat perkembangbiakan nyamuk penular DBD.

"Selain itu kita juga mengerahkan kader juru pemantau jentik (jumantik) di tiap puskesmas untuk memantau jentik nyamuk di lingkungan masyarakat," kata dia.

Ia mengimbau masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam pencegahan penyebaran DBD dengan menjaga kebersihan lingkungan. "Lingkungan yang bersih akan meminimalisir dan menghentikan perkembangbiakan nyamuk. Masyarakat juga bisa mendapatkan bubuk abate secara gratis di puskesmas terdekat untuk membubuhkan jentik nyamuk," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA