Tuesday, 18 Muharram 1444 / 16 August 2022

Cerita Wulan, Penantian 20 Tahun Sang Ibu untuk Bisa Berhaji

Jumat 17 Jun 2022 09:21 WIB

Rep: Silvy Dian Setiawan/ Red: Agus raharjo

Keluarga melepas jamaah calon haji asal Kota Yogyakarta di Balai Kota Yogyakarta, Kamis (16/6/2022). Sebanyak 156 jamaah calon haji asal Kota Yogyakarta diberangkatkan menuju Asrama Haji Donohudan. Calhaj ini nanti akan bergabung dengan kloter 20 Embarkasi Solo dan akan berangkat menuju Madinah pada Jumat (17/6/2022) esok.

Keluarga melepas jamaah calon haji asal Kota Yogyakarta di Balai Kota Yogyakarta, Kamis (16/6/2022). Sebanyak 156 jamaah calon haji asal Kota Yogyakarta diberangkatkan menuju Asrama Haji Donohudan. Calhaj ini nanti akan bergabung dengan kloter 20 Embarkasi Solo dan akan berangkat menuju Madinah pada Jumat (17/6/2022) esok.

Foto: Wihdan Hidayat / Republika
Sang mama harus haji sendiri karena ayah Wulan meninggal sebelum keberangkan.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Jamaah haji asal Kota Yogyakarta diberangkatkan pada 17 Juni ke Arab Saudi untuk menunaikan ibadah haji tahun ini. Namun, ada beberapa calon jamaah yang tidak bisa berangkat karena meninggal dunia.

Hal ini terjadi pada keluarga dari Wulan Purwandari (40 tahun). Sang ayah, yang seharusnya berangkat tahun ini meninggal sebelum sempat menunaikan ibadah haji. Warga Demangan, Gondokusuman, Kota Yogyakarta tersebut mengatakan, tahun ini seharusnya yang berangkat haji yakni ibu dan almarhum bapak.

Baca Juga

Namun, hanya ibunya yang berkesempatan untuk menunaikan ibadah haji. Wulan menyebut, nama almarhum bapaknya yang sudah didaftarkan untuk melaksanakan ibadah haji sebelumnya dapat digantikan oleh ahli waris.

Meskipun begitu, lanjut Wulan, hal tersebut harus menunggu selama dua tahun. Hal ini membuat hanya ibunya yang berangkat untuk menunaikan ibadah haji tahun ini.

"Papa diambil Allah di 2019, Mama khawatir (kalau ditunda) umur Mama enggak sampai dan juga ada aturan-aturan baru berusia lebih dari 65 tahun sudah tidak bisa berangkat. Mama sudah nyaris mendekati karena sudah 62 tahun," kata Wulan usai pelepasan jamaah haji di Kompleks Balai Kota Yogyakarta, Kamis (16/6/2022).

"Tidak digantikan (yang nama) bapak, karena harus menunggu dua tahun, sementara Mama tidak mau memundurkan waktu ibadahnya karena takut tidak sampai umurnya," tambahnya.

Wulan menuturkan, almarhum bapak dan ibunya sudah mendaftar untuk dapat melaksanakan ibadah haji sekitar tahun 2000. Artinya, orang tua Wulan sudah menunggu lebih dari 20 tahun untuk mendapatkan kuota berangkat ke Tanah Suci dalam rangka menunaikan ibadah haji.

"Bismillah (mendaftar) untuk mendapatkan kursi pertama dan dihitung ternyata waktu tunggunya itu pas setelah mama dan papa selesai pensiun, pada waktu umur beliau 60 tahun, tapi papa diambil Allah di usia 59 tahun," tutur Wulan.

Sebelumnya, Wulan menyebut, ibunya direncanakan untuk berangkat ke Arab Saudi pada 2020. Namun, hal ini terpaksa ditunda mengingat pandemi Covid-19 dan baru bisa diberangkatkan pada 2022 ini.

"2000-an mulai (mendaftar dan) mengumpulkan uang, baru dapat kursi di 2020 dan itu pas pandemi saat tidak bisa haji. Diharapkan 2021 (bisa melakukan ibadah haji), ternyata tidak dapat dan hanya sekian yang berangkat dan alhamdulillah 2022 mama saya berangkat," tambahnya.

Tahun ini, total ada 156 jamaah haji asal Kota Yogyakarta yang diberangkatkan ke Tanah Suci. Seluruh jamaah tersebut diberangkatkan dari Bandara Adi Soemarmo, Solo pada 17 Juni 2022.

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA