Monday, 30 Safar 1444 / 26 September 2022

Kasus Landai, Dinkes Yogya Waspadai Subvarian Omicron BA.4 dan BA.5

Jumat 17 Jun 2022 05:37 WIB

Rep: Silvy Dian Setiawan / Red: Hiru Muhammad

Spanduk himbauan waspada terhadap Covid-19 dan Hepatitis terpasang di depan Madrasah Muallimat, Yogyakarta, Jumat (20/5/2022). Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta meminta warga untuk tetap menggunakan masker meskipun di area terbuka. Hal ini untuk menjaga agar tidak terjangkit hepatitis akut yang menyerang anak-anak seperti yang sudah terjadi di DKI Jakarta.

Spanduk himbauan waspada terhadap Covid-19 dan Hepatitis terpasang di depan Madrasah Muallimat, Yogyakarta, Jumat (20/5/2022). Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta meminta warga untuk tetap menggunakan masker meskipun di area terbuka. Hal ini untuk menjaga agar tidak terjangkit hepatitis akut yang menyerang anak-anak seperti yang sudah terjadi di DKI Jakarta.

Foto: Wihdan Hidayat / Republika
Saat ini belum ditemukan adanya kasus dari subvarian baru di Kota Yogyakarta.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Yogyakarta terus landai dan terkendali. Meskipun begitu, Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta tetap mewaspadai subvarian Omicron yakni BA.4 dan BA.5. 

Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Emma Rahmi Aryani mengatakan, saat ini belum ditemukan adanya kasus dari subvarian baru  di Kota Yogyakarta. Berbagai upaya dilakukan untuk mencegah penularan BA.4 dan BA.5 tersebut.  "Varian apapun sama, dalam artian mengantisipasinya sama. Tetap protokol kesehatan, virusnya juga sama, hanya variannya saja," kata Emma di Kompleks Balai Kota Yogyakarta, Kamis (16/6/2022). 

Baca Juga

Emma menyebut, percepatan vaksinasi Covid-19 dosis ketiga (booster) terus dilakukan untuk mengantisipasi subvarian ini. Saat ini, capaian booster di Kota Yogyakarta juga sudah cukup tinggi. "Kami sudah cepat, kami sudah 86 persen lebih untuk booster. Sementara di wilayah lain, paling tinggi Sleman baru 30 persen," ujar Emma 

"Ini akan tetap kami kejar sampai 100 persen. Kemarin gaungnya dari Sekda (Kota Yogya) mempercepat booster ini," tambah Emma. Menurutnya, penambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Yogyakarta hanya berkisar satu sampai dua kasus per hari. Bahkan, juga ada yang dilaporkan nihil penambahan kasus. 

Saat ini, kasus aktif di Kota Yogyakarta juga hanya tercatat 11 kasus. Seluruhnya, kata Emma, menjalani isolasi mandiri karena tidak bergejala.  "Kasus positif masih ada 11 kasus, shelter kosong, semua isolasi mandiri. Omicron kan lebih ke tidak bergejala," tambah Emma. 

Selain mempercepat booster, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DIY, Pembayun Setyaningastutie juga sudah mengatakan, pengetatan screening di pintu masuk ke DIY akan dilakukan untuk mengantisipasi subvarian baru tersebut. Terutama kedatangan dari luar negeri, mengingat kasus yang sudah ditemukan di Indonesia dikarenakan adanya riwayat perjalanan luar negeri."Jadi kita sekarang harus perketat adalah pintu kedatangan luar negeri di YIA," kata Pembayun belum lama ini.

Pihaknya juga terus melakukan sosialisasi terkait protokol kesehatan guna mencegah penularan varian baru itu. Hal ini dilakukan sembari mempersiapkan laboratorium yang memiliki kemampuan Whole Genome Sequencing (WGS).

Pasalnya, varian baru ini disebut hanya dapat terdeteksi melalui WGS. Pihaknya juga berkoordinasi dengan kabupaten/kota se-DIY untuk mengirimkan sampel ke laboratorium dari kasus Covid-19 yang memiliki gejala mirip Omicron."Terjaringnya (varian baru) kan dengan itu (WGS), seperti BBTKLPP, FKKMK-UGM, RSUP Sardjito siap lakukan itu," ujarnya.

 

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA