Monday, 15 Rajab 1444 / 06 February 2023

Penduduk Sydney Diminta Hemat Listrik 

Kamis 16 Jun 2022 17:08 WIB

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Friska Yolandha

Pembangkit listrik batu bara (ilustrasi).  Penduduk Sydney pada Kamis (16/6/2022) diminta untuk menghemat listrik di malam hari untuk mencegah pemadaman.

Pembangkit listrik batu bara (ilustrasi). Penduduk Sydney pada Kamis (16/6/2022) diminta untuk menghemat listrik di malam hari untuk mencegah pemadaman.

Foto: Patrick Pleul/dpa via AP
Australia menangguhkan pasar listrik spot, karena pemadaman tak terjadwal.

REPUBLIKA.CO.ID, SYDNEY -- Penduduk Sydney pada Kamis (16/6/2022) diminta untuk menghemat listrik di malam hari untuk mencegah pemadaman. Permintaan ini muncul satu hari setelah Australia menangguhkan pasar listrik spot, karena pemadaman tak terjadwal di utilitas berbahan bakar batu bara yang sudah tua.

Operator Pasar Energi Australia mengatakan, masih terlalu dini untuk menyatakan kapan pasar akan melanjutkan operasi normal. Operator tersebut menambahkan bahwa, cadangan kapasitas daya telah meningkat di New South Wales. Menteri Perubahan Iklim dan Energi Chris Bowen mengimbau kepada warga Sydney untuk menghemat listrik tanpa mengorbankan hal-hal penting seperti pemanas.

Baca Juga

"Kami yakin kami dapat menghindari pemadaman listrik. Jika Anda memiliki pilihan tentang kapan harus menjalankan item tertentu, jangan jalankan dari jam 6 hingga 8 (malam)," ujar Bowen.

Pemadaman listrik lebih banyak terjadi pada malam hari, ketika output dari pembangkit listrik tenaga surya dan angin turun. Sementara konsumsi listrik meningkat pada malam hari.

Penangguhan pasar listrik spot belum pernah terjadi sebelumnya di Australia. Ini menandai langkah drastis terbaru untuk mengatasi krisis energi yang dimulai sejak Mei.

Saat ini lebih dari seperempat kapasitas pembangkit listrik tenaga batu bara Australia telah padam. Perdana Menteri Anthony Albanese mengatakan, energi akan menjadi agenda pada jamuan makan malam dengan para pemimpin negara bagian pada 16-17 Juni. Ini adalah pertemuan formal pertama sejak pemerintahan Partai Buruh terpilih pada bulan Mei.  

"Sejumlah unit berbahan bakar batu bara tidak beroperasi karena pemeliharaan terjadwal dan kesalahan tak terduga, dan semua upaya difokuskan untuk memulihkan unit ke operasi normal," kata Bowen.

Produsen listrik utama Australia AGL Energy mengatakan, satu dari tiga unit ypembangkit listrik tenaga batubara Bayswater, New South Wales telah lumpuh. Pembangkit listrik diperkirakan kembali menyala pada Kamis (16/6/2022), dan Sabtu (18/6/2022).

EnergyAustralia, yang dimiliki oleh CLP Holdings  kehilangan produksi dari dua unit di pembangkit listrik tenaga batu bara Yallourn di Victoria. Mereka telah membawa satu unit kembali beroperasi pada Kamis, sementara yang lainnya akan kembali beroperasi akhir minggu depan.  

"Saat ini kami sedang menjajaki semua opsi untuk terus meningkatkan pasokan bahan bakar dan pembangkit listrik kami," kata Managing Director EnergyAustralia, Mark Collette.

Collette mengatakan, pembangkit berbahan bakar gas telah membantu meningkatkan pasokan listrik. Dia mencatat bahwa, pabrik Tallawarra di New South Wales telah beroperasi hampir 75 persen dari kapasitasnya sejak awal Mei dibandingkan dengan sebelumnya yaitu sekitar 20 persen.

 

sumber : Reuters
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA