Wednesday, 10 Rajab 1444 / 01 February 2023

Air Mencair di 'Kutub Ketiga Bumi', Bisa Picu Banjir Sekaligus Kekeringan

Kamis 16 Jun 2022 19:35 WIB

Rep: MGROL136/ Red: Dwi Murdaningsih

Gletser di Pegunungan Himalaya yang mencair.

Gletser di Pegunungan Himalaya yang mencair.

Foto: ABC
Gletser di Tibet dan Himalaya meleleh dengan cara tak seimbang di utara dan selatan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dataran Tinggi Tibet dan pegunungan Hindu Kush Himalaya kadang-kadang disebut sebagai kutub ketiga Bumi. Setelah Kutub Utara dan Selatan, wilayah ini memiliki cadangan air beku terbesar di dunia. 

Menara Air Asia ini menyediakan air segar ke sebagian besar Asia, yang merupakan 25 persen dari populasi dunia, atau sekitar 2 miliar orang. Para ilmuwan telah lama mengetahui bahwa kutub ketiga Bumi sedang mencair dan bahwa banjir akan menjadi masalah antara tahun 2030 (atau lebih awal) dan 2050, ketika limpasan gletser tahunan mencapai puncaknya.

Baca Juga

Setelah itu, kekurangan air akan dimulai. Sementara para ilmuwan mengakui bahwa masa depan kawasan itu "masih sangat tidak pasti," sebuah studi baru yang dirilis pada 7 Juni 2022 menunjukkan bahwa ketidakseimbangan dalam cara air lelehan mengalir akan memberikan pasokan air yang lebih besar dalam jangka pendek di utara. Sementara di selatan akan menghadapi kekurangan yang lebih mendesak dan parah.

TPE (Third Pole Environment) yang berafiliasi dengan para ilmuwan menyiapkan jaringan pengamatan yang mencakup 51 lokasi yang memantau perubahan ketebalan gletser. Tim mengamati 35 situs yang memantau keseimbangan massa gletser, 16 situs yang memantau perubahan lapisan es, enam situs yang memantau perubahan tutupan salju, dan 16 situs yang mengumpulkan data hidrologi dan meteorologi. 

TPE didirikan pada tahun 2009 oleh tiga ilmuwan dan berafiliasi dengan UNESCO. Ini merupakan sebuah program internasional untuk studi interdisipliner tentang hubungan antara air, es, udara, ekologi, dan umat manusia di wilayah Kutub Ketiga dan sekitarnya.

Pada 7 Juni 2022, para peneliti menerbitkan temuan mereka di jurnal peer-review Nature Review Earth & Environment. Hasil penelitian menyebutkan bahwa limpasan kutub ke-3 dari gletser tidak seimbang.

Pemanasan global yang bertanggung jawab atas pencairan pada umunya, angin barat (angin yang berlaku) dan monsun India telah membuat sistem kehilangan keseimbangan.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA