Friday, 4 Rabiul Awwal 1444 / 30 September 2022

Amalan Terbaik dan Termudah pada Bulan Dzulqaidah

Kamis 16 Jun 2022 14:06 WIB

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Muhammad Hafil

 Amalan Terbaik dan Termudah di Bulan Dzulqaidah. Foto:  Penerapan protokol kesehatan saat beribadah di masjid. Ilustrasi

Amalan Terbaik dan Termudah di Bulan Dzulqaidah. Foto: Penerapan protokol kesehatan saat beribadah di masjid. Ilustrasi

Foto: ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA
Dzulqaidah juga salah satu dari empat bulan suci.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Hari Kamis (16/6/2022) ini bertepatan dengan tanggal 16 Dzulqaidah 1443 Hijriah. Terdapat amalan yang perlu ditingkatkan oleh seorang Muslim pada bulan kesebelas tahun hijriah itu. Terlebih Dzulqaidah juga salah satu dari empat bulan suci, selain Dzulhijjah, Muharram dan Rajab.

Allah SWT berfirman, "Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu dalam (bulan yang empat) itu, dan perangilah kaum musyrikin semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya. Dan ketahuilah bahwa Allah beserta orang-orang yang takwa." (QS At-Taubah ayat 36)

Baca Juga

Di bulan Dzulqaidah, ada keutamaan bagi seorang Muslim untuk senantiasa berdoa. Namun ada doa yang diutamakan untuk dipanjatkan, yaitu berdoa tentang sesuatu yang bermanfaat dan yang buruk bagi seorang hamba.

Berdoa tentang keburukan maksudnya adalah untuk menunjukkan bahwa kita sebagai seorang hamba penuh kekurangan di hadapan Allah SWT. Tidak pula memiliki kekuatan dan kekuasaan di hadapan-Nya. Ini merupakan sifat ubudiyah seorang hamba dan mengandung makna pujian kepada Allah SWT.

Sepatutnya, seorang Muslim senantiasa berdoa kepada Allah SWT, karena berdoa merupakan perintah Allah SWT. Sebagaimana firman-Nya: "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang sombong tidak mau menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina." (QS Ghafir ayat 60)

Rasulullah SAW juga bersabda, "Doa adalah ibadah." (HR Tirmidzi dan Ibnu Majah). Dalam riwayat lain, Rasulullah SAW bersabda, "Tidak ada yang lebih mulia di sisi Allah SWT kecuali doa." (HR Ahmad, Bukhari, Ibnu Majah, Tirmidzi)

Doa itu bisa melindungi seorang Muslim dari murka Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda, "Siapa yang tidak berdoa kepada Allah SWT, maka Allah akan murka kepadanya." (HR Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Bahkan, doa juga bisa menyelamatkan seorang hamba dari ketidakberdayaan. Rasulullah SAW bersabda, "Manusia paling lemah adalah orang yang paling malas berdoa (kepada Allah SWT). Dan orang yang paling bakhil adalah orang yang bakhil memberi salam." (HR Ibnu Hibban)

Doa pun menjadi sebab diangkatnya penderitaan atau bala. Nabi SAW bersabda, "Siapa di antara kalian yang telah dibukakan baginya pintu doa, pasti dibukakan pula baginya pintu rahmat, dan tidaklah Allah diminta sesuatu yang lebih Dia senangi daripada diminta kesehatan (atau keselamatan)."

Nabi SAW dalam riwayat lain juga bersabda, "Sesungguhnya doa itu bermanfaat (memberi kebaikan) untuk yang sudah turun (terjadi) dan yang belum terjadi. Karena itu, perbanyaklah berdoa, wahai hamba Allah." (HR At-Tirmidzi)

Sumber

https://www.elbalad.news/5321356

 

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA