Rabu 15 Jun 2022 14:56 WIB

Pariwisata Jabar Menggeliat, Penjualan Listrik Melonjak Hingga 30,57 Persen

Angka konsumsi listrik sektor pariwisata hingga Mei mengalami peningkatan signifikan

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Gita Amanda
Wisatawan menaiki salah satu wahana di kawasan wisata The Lodge Maribaya, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, (ilustrasi). Penjualan listrik PLN ke sektor pariwisata di Jabar hingga bulan Mei 2022 meningkat 30,57 persen.
Foto: ANTARA/M Ibnu Chazar
Wisatawan menaiki salah satu wahana di kawasan wisata The Lodge Maribaya, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, (ilustrasi). Penjualan listrik PLN ke sektor pariwisata di Jabar hingga bulan Mei 2022 meningkat 30,57 persen.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Penjualan listrik PLN ke sektor pariwisata di Jabar hingga bulan Mei 2022 meningkat 30,57 persen dari periode yang sama dua tahun lalu menjadi 122,8 GWh.

Menurut Manajer Layanan Prioritas PLN Unit Induk Distribusi Jawa Barat Muhammad Ardian, apabila dibandingkan dengan 2 tahun yang lalu atau pada masa awal pandemi, akumulasi angka konsumsi listrik sektor pariwisata hingga Mei ini mengalami peningkatan yang signifikan.

Baca Juga

“Alhamdulillah geliat pariwisata di Jawa Barat semakin baik. Hal ini ditunjukkan dengan kenaikan drastis konsumsi listrik pada pelanggan besar sektor pariwisata yang terdiri dari perhotelan, restoran dan tempat makan lainnya, tempat wisata serta hiburan terutama usai 2 tahun terdampak pandemi Covid-19,” ujar Ardian, Rabu (15/6/2022).

Ardian mengatakan, dari 2020 hingga 2022, akumulasi penjualan tenaga listrik hingga Mei selalu naik. Penjualan tenaga listrik hingga Mei 2021 naik sebesar 8,7 persen menjadi 102,2 GWh dimana pada periode yang sama tahun 2020 sebesar 94 GWh. Selanjutnya, di 2022, sektor pariwisata naik kembali hingga 20,12 persen atau setara 20,6 GWh.

Menurutnya, adanya kelonggaran mobilitas yang memperbolehkan masyarakat untuk mudik dan melakukan perjalanan wisata disertai pelonggaran peraturan perjalanan, self-quarantine, dan jam operasional tempat rekreasi/ restoran/ mal menyebabkan banyak orang mulai melakukan perjalanan sehingga konsumsi listrik lokasi-lokasi tersebut meningkat.

"Selain itu, sudah mulai banyak kegiatan dilaksanakan di tempat wisata dan banyak tanggal merah di Bulan mei ini sehingga semakin banyak kesempatan masyarakat untuk berwisata,” katanya

Ardian merinci, jumlah pelanggan besar sektor pariwisata di Jawa Barat sampai Mei 2022 yaitu 256 pelanggan dengan daya tersambung hingga 178 MVA. Pada sektor pariwisata, jumlah pelanggan tertinggi di bidang perhotelan sebanyak 223 pelanggan dengan konsumsi listrik hingga Mei 2022 sebesar 109,6 GWH.

Lalu, kata dia, tempat wisata dan hiburan sebanyak 21 pelanggan dengan konsumsi listrik sampai Mei 2022 sebesar 7,5 GWh dan restoran serta tempat makan lainnya sebanyak 12 pelanggan dengan konsumsi listrik pada periode yang sama sebesar 5,8 GWH.

“Tempat wisata dan restoran atau kafe yang menarik dan instagramable di Jawa Barat sangat lah banyak. Oleh karena itu banyak orang yang melakukan kunjungan wisata ke Jawa Barat seperti Bandung, Garut, Tasikmalaya, Sukabumi dan Cimahi. Hal ini tentu semakin meningkatkan iklim pariwisata di Jabar termasuk berbagai sektor pendukungnya seperti konsumsi listrik,” kata Ardian.

Menurutnya, untuk mendukung peningkatan perekonomian Jawa Barat, khususnya di sektor Pariwisata, PLN terus berupaya untuk memberikan layanan terbaik demi meningkatkan kepuasan pelanggan salah satunya dengan digitalisasi layanan yang bisa diakses 24 jam.

“Saat ini, pelanggan yang membutuhkan layanan PLN dapat mengakses melalui aplikasi PLN Mobile yang dapat dilakukan di mana saja kapan saja, petugas kami siap melayani," katanya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement