Sunday, 6 Rabiul Awwal 1444 / 02 October 2022

150 Hektare Lahan Pertanian di Penajam Jadi Kebun Kelapa Sawit

Selasa 14 Jun 2022 00:49 WIB

Red: Nur Aini

Petani di kebun kelapa sawit.  (Ilustrasi)

Petani di kebun kelapa sawit. (Ilustrasi)

Foto: Darmawan/Republika
Petani memilih menanam kelapa sawit karena sulit pengairan padi

REPUBLIKA.CO.ID, PENAJAM -- Sedikitnya 150 hektare lahan pertanian tanaman padi atau persawahan di Desa Gunung Mulia, Kecamatan Babulu, Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur hilang akibat alih fungsi lahan untuk perkebunan kelapa sawit.

"Alasan petani alih fungsikan sawah jadi kebun kelapa sawit karena minimnya sumber pengairan untuk tanaman padi," ujar Kepala Desa Gunung Mulia, Kecamatan Babulu, Kabupaten Penajam Paser Utara, Oddang di Penajam, Senin (13/6/2022).

Baca Juga

Tanaman padi sulit berkembang karena tidak ada sumber air untuk irigasi, kata dia, selama ini petani hanya mengandalkan pengairan tadah hujan. Petani terpaksa menanam kelapa sawit di lahan persawahan tersebut untuk menopang penghidupan, sebab tanaman pangan tidak bisa diandalkan karena kebutuhan pengairan belum terpenuhi.

Alih fungsi lahan persawahan menjadi perkebunan kelapa sawit menurut dia, bisa diatasi dengan bendung gerak Sungai Talake di perbatasan Kecamatan Babulu, Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kecamatan Long Kali, Kabupaten Paser.

"Kalau bendung gerak Sungai Talake tidak dibangun alih fungsi lahan akan terus terjadi karena petani kesulitan untuk pengairan," ucapnya.

Pemerintah pusat diharapkan cepat merealisasikan pembangunan bendung gerak Sungai Talake tersebut agar irigasi lahan pertanian tanaman pangan dapat terpenuhi. Alih fungsi lahan persawahan di Desa Gunung Mulia sudah terjadi sejak lama. Menurutnya, diperkirakan lahan pertanian tanaman padi yang ditanami kepala sawit mencapai sekitar 150 hektare.

Masyarakat petani tidak bisa menanam padi karena kesulitan mencari sumber air untuk irigasi atau mengairi lahan pertanian tanaman padi. Sementara menanam kelapa sawit lebih mudah perawatannya dan tahan terhadap kondisi panas saat saat musim kemarau. Saat ini lahan pertanian tanaman pangan produktif di Desa Gunung Mulia tinggal 816 hektare kata Oddang dan diperkirakan penyusutan lahan persawahan akan terus terjadi.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA