Monday, 30 Safar 1444 / 26 September 2022

India Dukung Indonesia Sukseskan Presidensi G20

Selasa 14 Jun 2022 00:15 WIB

Red: Esthi Maharani

Seorang pekerja berjalan saat monumen raksasa Garuda Wisnu Kencana (GWK) berdiri di latar belakang di sebuah tempat yang sedang dibangun di taman budaya GWK, salah satu tempat utama untuk KTT Pemimpin G20 mendatang di Bali, Indonesia, 25 Mei 2022.

Seorang pekerja berjalan saat monumen raksasa Garuda Wisnu Kencana (GWK) berdiri di latar belakang di sebuah tempat yang sedang dibangun di taman budaya GWK, salah satu tempat utama untuk KTT Pemimpin G20 mendatang di Bali, Indonesia, 25 Mei 2022.

Foto: EPA-EFE/MAST IRHAM
India menyampaikan dukungan untuk Indonesia dalam menyukseskan Presidensi G20

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), Anwar Sanusi mengatakan bahwa India menyampaikan dukungan untuk Indonesia dalam menyukseskan Presidensi G20 Indonesia 2022, salah satunya dalam bidang ketenagakerjaan.

"Kita akan mengusung tema bagaimana meningkatkan kondisi ketenagakerjaan untuk pulih secara bersama," kata Anwar Sanusi melalui keterangan pers Biro Humas Kemnaker yang diterima di Jakarta, Senin (13/6/2022).

Anwar menjelaskan ada empat isu yang disampaikan pada Presidensi G20 Indonesia. Mulai dari isu yang berkaitan dengan afirmatif kepada para penyandang disabilitas, pemberdayaan UMKM, peningkatan SDM dengan mengoptimalkan pelatihan vokasi berbasis komunitas dan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan dalam dunia kerja yang baru.

Tema-tema yang dibahas tersebut, katanya, India menyetujui dan kontekstual dengan kondisi ketenagakerjaan yang ada saat ini. Oleh karena itu, India menyetujui empat isu ketenagakerjaan yang diusung Indonesia dalam Presidensi G20 tahun ini.

"Akan menjadi kajian bagi mereka ketika sebagai tuan rumah pada Presidensi G20 India 2023," ujar Anwar.

Dia menuturkan bahwa India mengapresiasi semua persiapan Presidensi G20 Indonesia, terutama pada Kelompok Kerja Ketenagakerjaan atau Employment Working Group (EWG).

"Tentu kita harus terus menjalin komunikasi dengan negara-negara G20 untuk bisa menyelenggarakan working group secara nyata serta menyelesaikan agenda yang akan menjadi deklarasi menteri dan buruh pada September 2022," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA