Thursday, 11 Rajab 1444 / 02 February 2023

Hadapi Omicron BA.4 dan BA.5, Pemerintah Pantau Kapasitas RS dan Obat

Senin 13 Jun 2022 09:36 WIB

Rep: Dessy Suciati Saputri  / Red: Ratna Puspita

Ilustrasi. Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Abraham Wirotomo menegaskan, pemerintah terus memonitor kapasitas rumah sakit, obat, dan oksigen untuk menghadapi masuknya subvarian Omicron BA.4 dan BA.5.

Ilustrasi. Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Abraham Wirotomo menegaskan, pemerintah terus memonitor kapasitas rumah sakit, obat, dan oksigen untuk menghadapi masuknya subvarian Omicron BA.4 dan BA.5.

Foto: Pixabay
Sejauh ini kenaikan kasus Covid-19 di Indonesia masih terpantau baik.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Abraham Wirotomo menegaskan, pemerintah terus memonitor kapasitas rumah sakit, obat, dan oksigen. Langkah itu untuk menghadapi masuknya subvarian Omicron BA.4 dan BA.5.

"Kami tidak boleh lengah, jangan terjegal menjelang finish," kata Abraham, dikutip dari siaran pers KSP, Senin (13/6/2022).

Baca Juga

Kasus Covid-19 harian kembali mengalami kenaikan sebulan pascalebaran. Data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebutkan, pada 9 Juni 2022 terdapat penambahan 556 kasus. Kenaikan kasus tersebut diakibatkan varian baru yang sudah masuk ke Indonesia, yakni Omicron BA.4 dan BA.5.

Abraham mengatakan, sejauh ini kenaikan kasus Covid-19 di Indonesia masih terpantau baik. Sebab, angka positivity rate dan transmisi kasus dilaporkan rendah.

Kendati demikian, ia mengingatkan masyarakat untuk tetap menjaga protokol kesehatan dan melakukan vaksin booster bagi yang belum. “Kenaikan angka kasus kita lihat sebagai warning. Kalau kami mau menjaga Indonesia tetap on track menuju endemi maka kita jangan abai protokol kesehatan dan menolak vaksin booster," ujarnya.

Abraham pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mendukung protokol kesehatan dan vaksin agar pandemi bisa berakhir tahun ini.

Subvarian baru Omicron BA.4 dan BA.5 telah terdeteksi di Indonesia. Subvarian tersebut diketahui memiliki tingkat kesakitan rendah pada pasien yang terkonfirmasi positif.

Kasus subvarian baru BA.4 dan BA.5 pertama kali dilaporkan di Indonesia pada 6 Juni 2022. Terdapat 4 kasus. Yakni, satu orang positif BA.4, seorang WNI dengan kondisi klinis tidak bergejala serta sudah divaksin dua kali dan 3 orang positif BA.5

Kondisi klinis tiga orang tersebut, antara lain dua orang tidak bergejala dan satu orang gejala ringan dengan sakit tenggorokan dan badan pegal. Mereka rata-rata sudah vaksin booster bahkan sampai ada yang 4 kali divaksin Covid-19. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA