Saturday, 15 Muharram 1444 / 13 August 2022

ILO: Terjadi Peningkatan Gelombang Pekerja Anak di Dunia

Senin 13 Jun 2022 08:33 WIB

Red: Esthi Maharani

Sebelum pandemi, ada sekitar 160 juta pekerja anak secara global, tetapi angka itu bertambah 9 juta anak lagi pada akhir tahun ini.

Sebelum pandemi, ada sekitar 160 juta pekerja anak secara global, tetapi angka itu bertambah 9 juta anak lagi pada akhir tahun ini.

Sebelum pandemi, ada 160 juta pekerja anak secara global dan kini bertambah 9 juta

REPUBLIKA.CO.ID., JENEWA -- Sejak pandemi Covid-19, dunia mengalami peningkatan penggunaan pekerja anak, kata Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) dalam peringatan 12 Juni sebagai Hari Sedunia Menentang Pekerja Anak.

Angka-angka ILO dari berbagai negara menunjukkan tren peningkatan pekerja anak pada periode pascapandemi karena memburuknya kondisi ekonomi, kata Benjamin Smith, pejabat senior organisasi untuk pekerja anak, pada Anadolu Agency baru-baru ini.

Sebelum pandemi, ada sekitar 160 juta pekerja anak secara global, kata Smith, tetapi angka itu bertambah 9 juta anak lagi pada akhir tahun ini.

Dia menggarisbawahi bahwa pekerja anak umumnya ditemukan di ekonomi informal, dan situasi keuangan memainkan peran penting dalam situasi ini. Sebagian besar pekerja anak, sekitar 70 persen, bekerja di sektor pertanian, katanya.

Menurut laporan bersama ILO dan UNICEF, sekitar setengah dari 160 juta pekerja anak, berusia 5-17 tahun, dipekerjakan dalam sektor yang berbahaya.

Sementara itu, sejak 2008, kawasan Asia-Pasifik, Amerika Selatan, dan Karibia membuat kemajuan yang stabil dalam mengurangi jumlah pekerja anak sementara situasi di Afrika semakin memburuk.

Untuk meningkatkan kesadaran akan masalah ini, sejak tahun 2002 ILO telah memperingati 12 Juni sebagai Hari Menentang Pekerja Anak Sedunia. 

 

sumber : https://www.aa.com.tr/id/dunia/ilo-terjadi-peningkatan-gelombang-pekerja-anak-di-dunia/2612102
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA