Ahad 12 Jun 2022 22:30 WIB

Pemprov Papua Penuhi Kebutuhan Hewan Qurban

Hewan ternak untuk qurban tersebut akan dipenuhi dari beberapa kabupaten.

Rep: ANTARA/ Red: Fuji Pratiwi
Peternak menggembalakan sapi (ilustrasi). Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua melalui Dinas Pertanian dan Pangan setempat menyebutkan, perkiraan kebutuhan hewan kurban 2022 sekitar 1.600 ekor, yang akan dipenuhi dari kiriman beberapa kabupaten setempat.
Foto: ANTARA/Arnas Padda
Peternak menggembalakan sapi (ilustrasi). Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua melalui Dinas Pertanian dan Pangan setempat menyebutkan, perkiraan kebutuhan hewan kurban 2022 sekitar 1.600 ekor, yang akan dipenuhi dari kiriman beberapa kabupaten setempat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAYAPURA -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua melalui Dinas Pertanian dan Pangan setempat menyebutkan, perkiraan kebutuhan hewan qurban 2022 sekitar 1.600 ekor, yang akan dipenuhi dari kiriman beberapa kabupaten setempat.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Provinsi Papua Samuel Siriwa di Jayapura, Ahad (12/6/2022, mengatakan, kebutuhan hewan ternak untuk qurban tersebut akan dipenuhi dari beberapa kabupaten, seperti Keerom dan Merauke. "Nantinya hewan-hewan ternak untuk qurban tersebut akan dipenuhi kiriman dari Kabupaten Keerom dan Kabupaten Merauke," katanya.

Baca Juga

Menurut Samuel, hingga kini belum ada laporan soal temuan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak berkaki empat tersebut. "Kami juga sudah melaksanakan Surveilans Klinis, dan serologis terhadap penyakit PMK, terutama di daerah sebar," ujarnya.

Dia menjelaskan, pihaknya melakukan pencegahan sedini mungkin dengan begitu hewan-hewan ternak itu bisa disebar ke beberapa kabupaten se Papua. "Apalagi kini mendekati Hari Raya Idul Qurban, sehingga permintaan akan sapi atau kambing akan meningkat," katanya.

Dia menambahkan, pihaknya juga telah meningkatkan biosecurity di lokasi peternakan hewan berkuku genap sertamenetapkan dokter hewan berwenang dan pejabat otoritas veteriner melalui surat keputusan bupati/walikota. "Kami telah melakukan pembinaan dan memberikan obat-obatan kepada hewan ternak tersebut agar hewan ternak itu tetap sehat," ujarnya.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement