Monday, 5 Zulhijjah 1443 / 04 July 2022

'Unkris tak Ingin Menjadi Menara Gading Bagi Masyarakat'

Ahad 12 Jun 2022 07:56 WIB

Red: Agus Yulianto

Kepala desa sunten jaya Asep Wahono berfoto bersama wakil dekat FE UNKRIS Iwan Kurniawan usai penandatanganan PKS.

Kepala desa sunten jaya Asep Wahono berfoto bersama wakil dekat FE UNKRIS Iwan Kurniawan usai penandatanganan PKS.

Foto: Istimewa
Hanya indah untuk dipandang, tetapi tidak bisa dinikmati oleh semuanya.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG – Fakultas Ekonomi Universitas Krisnadwipayana (FE-Unkris) terus menunjukkan komitmennya untuk memberikan dampak sosial bagi masyarakat luas. Unkris tidak ingin menjadi menara gading bagi masyarakat hanya indah untuk dipandang, tapi tidak bisa dinimkati oleh semua.

Karena itu, melalui Pusat Pengabdian kepada Masyarakat (P2M), FE Unkris melakukan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Desa Sunten Jaya, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat pada Selasa (7/6/2022). Penandatanganan PKS yang dulakukan di Kantor Desa Sunten Jaya tersebut menjadi tindaklanjut kesepakatan kerjasama antara Unkris dengan Desa Sunten Jaya yang sebelumnya telah ditandatangani oleh Rektor dan Kepala Desa. 

Hadir mewakili Unkris Wakil Dekan 3 FE Unkris Dr Iwan Kurniawan Subagja SE MM. Sedang dari Desa Sunten Jaya dilakukan oleh Kepala Desa Sunten Jaya Asep Wahono.

Salah satu poin penting dari Kerjasama tersebut adalah pelatihan Microsoft Office yang meliputi Ms Word, Ms Excel dan Ms Powerpoint bagi aparatur Desa Sunten Jaya. Kegiatan pelatihan yang dilakukan usai penandatanganan PKS, menghadirkan 3 orang pelatih yang merupakan dosen FE Unkris yang telah memiliki sertifikasi kompetensi BNSP di bidang Ms Office.

Kepala Desa Sunten Jaya Asep Wahono mengatakan, kerja sama dengan Unkris yang telah dilakukan cukup lama, memberikan dampak positif bagi masyarakat Desa Sunten Jaya. Karena itu, dia berharap, kerja sama akan terus berlanjut.

“Kami berharap ada program-program pelatihan lainnya dari Unkris untuk mendukung kemajuan Desa Sunten Jaya,” kata Asep.

Menurut Asep Wahono, sebagai sebuah wisata, Desa Suntenjaya membutuhkan dukungan kinerja yang baik dari aparat desa. Karena itu, melalui kerja sama ini, diharapkan Unkris dapat mendukung mengoptimalkan kinerja aparat desa.

Asep mengatakan, baginya Unkris bukanlah lembaga pendidikan tinggi yang baru dikenal masyarakat Desa Suntenjaya. Jauh sebelumnya Unkris telah hadir ke Desa Suntenjaya melalui program yang digagas Krisnapala (Himpunan Mahasiswa Pecinta Alam Unkris) dan Himpunan Alumni Arsitektur Unkris atau Himaya. 

“Kami sangat berterima kasih kepada Unkris. Kehadiran Unkris baik mahasiswanya maupun tim dosen bahkan jajaran pimpinan Unkris tentu menjadi dukungan sangat penting bagi desa ini untuk mensejahterakan masyarakatnya,” ujar Asep.

Melalui kearifan lokal, kata Asep, Unkris diharapkan dapat hadir membantu masyarakat untuk mengoptimalkan potensi baik dari sektor pertanian, sektor peternakan, dan sektor lainnya. Dengan slogan MAJU yakni Mandiri, Agamis, Jenius, dan Unggul. Desa Sunten Jaya lebih mengendepankan kearifan lokal dalam pengelolaan potensi sumber daya alam dan pengelolaan desa.

Sementara Wakil Dekan 3 FE Unkris Dr Iwan Kurniawan Subagja SE MM mengatakan, penandatanganan PKS dan pelatihan Microsoft Office bagi aparatur desa merupakan bagian dari kegiatan Pendampingan Desa Binaan oleh P2M FE Unkris. Karena, sebagai sebuah institusi pendidikan, Unkris memiliki tanggung jawab sosial untuk memberikan manfaat kepada masyarakat luas dalam rangka mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

“Ini bukan kerja sama pertama kali Unkris dengan Desa Sunten Jaya, karena sebelumnya juga sudah ada kerja sama,” katanya dalam keterangannya yang diterima Republika.co.id, Ahad (12/6/2022).

Dipilihnya Desa Sunten Jaya bermula dari program pembangunan sebuah mushala di kaki Gunung Bukit Tunggal, Bumi Perkemahan Taman Bincarung Kampung Pasir Angling, Desa Suntenjaya pada 2020. Melalui penjajakan yang dilakukan oleh tim Krisnapala dan Himaya, akhirnya diputuskan perlunya Unkris hadir di desa tersebut untuk mendukung kemajuan Desa Sunten Jaya.

Iwan juga mengucapkan, terima kasih kepada Desa Sunten Jaya, yang telah memberikan kesempatan kepada Unkris untuk berbagi ilmu pengetahuan dan pengalaman. “Ini adalah kesempatan yang istimewa bagi kami tim dosen Unkris untuk bisa berbagi ilmu dan mengimplementasikan apa saja yang ada di ruang akademik,” katanya.

Unkris lanjut, Iwan tidak ingin menjadi menara gading bagi masyarakat, yang hanya indah untuk dipandang tetapi tidak bisa dinikmati oleh semuanya. Unkris ingin menjadi mercusuar yang menerangi kehidupan dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

Pelatihan Microsoft Office kali ini diikuti oleh 15 aparat desa Sunten Jaya. Tujuannya adalah dalam rangka peningkatan kinerja aparat desa Sunten Jaya menuju Desa yang lebih maju lagi.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA