Jumat 10 Jun 2022 14:31 WIB

Jamaah Haji Sholat Jumat Perdana di Nabawi

Ada sebanyak 15.352 jamaah yang sudah tiba di Bandara AMAA, Madinah

Kasi Linjam Daker Madinah Harun Al Rasyid mengedukasi jamaah di Masjid Nabawi, Madinah, Ahad (5/6/2022)
Foto: lima pos jaga, masjid nabawi
Kasi Linjam Daker Madinah Harun Al Rasyid mengedukasi jamaah di Masjid Nabawi, Madinah, Ahad (5/6/2022)

IHRAM.CO.ID, MADINAH — Jamaah haji Indonesia berangsur-angsur sudah  tampak memadati Madinah. Jamaah pun akan melakukan Sholat Jumat perdana di Masjid Nabawi, Jumat (10/6). Kepala Seksi Perlindungan Jamaah Harun Al Rasyid menjelaskan, unsur keamanan dan perlindungan jamaah akan dimaksimalkan untuk mengantisipasi jamaah haji Indonesia yang hendak Sholat Jumat dengan lima pos jaga yang ada di seputar Masjid Nabawi.  

Menurut Harun, ada 24 petugas yang akan mengisi pos-pos tersebut. “Kita berkoordinasi dengan petugas yang berjaga,”ujar dia saat diwawancarai Tim MCH di Kantor Daker Madinah  di Al-Mashani, Syar\'i Syuhada, Madinah, Arab Saudi, Jumat (3/6/2022).   Lima pos tersebut ditempatkan di pintu-pintu Masjid Nabawi. Pos tersebut yakni Pos Utama di Pagar 332, Pos 2 Pagar 328, Pos 3 di Pagar 306, Pos 4 Pagar 358 (Baqi'), sementara Pos 5 ada di Raudhah.

Berdasarkan data Siskohat, hingga Jumat (10/6/2022), ada sebanyak 16.147  jamaah yang sudah  tiba di Bandara AMAA, Madinah. Mereka berasal dari 41 kloter dari berbagai embarkasi di Tanah Air. Pantauan Republika, jamaah sudah banyak yang melakukan ibadah sholat arbain atau sholat 40 waktu di Masjid Nabawi Madinah. Selain itu, jamaah juga sudah melakukan ziarah ke beberapa lokasi seperti Kawasan Jabal Uhud, Masjid Quba dan tambahan paket rekreasi ke kebun kurma. 

Sebelumnya, Harun juga mengimbau para jamaah memiliki kewaspadaan terhadap berbagai kemungkinan yang terjadi meski berada di Tanah Suci. Dia menjelaskan, beragam jenis penjambretan dan penipuan kerap terjadi di area Masjid Nabawi. Modus operandi yang biasa dilakukan para pelaku kriminal tersebut yakni mereka akan mendekati dengan alasan mengantar jamaah ke pemondokan. Biasanya, mereka mengincar jamaah lansia yang terpisah dari rombongan. Harun menjelaskan, banyak diantara pelaku adalah warga Indonesia.

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement