Monday, 7 Rabiul Awwal 1444 / 03 October 2022

Erdogan Umumkan akan Kembali Maju dalam Pilpres Turki

Jumat 10 Jun 2022 07:55 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Friska Yolandha

 Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Erdogan telah mengumumkan bahwa dia akan kembali mencalonkan diri dalam pemilu presiden (pilpres) Turki tahun depan.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Erdogan telah mengumumkan bahwa dia akan kembali mencalonkan diri dalam pemilu presiden (pilpres) Turki tahun depan.

Foto: AP/Burhan Ozbilici
Erdogan mengatakan, pilpres bakal digelar tepat waktu, yakni pada 24 Juni 2023.

REPUBLIKA.CO.ID, ANKARA – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan telah mengumumkan bahwa dia akan kembali mencalonkan diri dalam pemilu presiden (pilpres) Turki tahun depan. Itu pertama kalinya Erdogan menyampaikan secara resmi pencalonan dirinya pada ajang pilpres.

“Biar saya sampaikan di sini; Tayyip Erdogan adalah kandidat dari Aliansi Rakyat,” kata Erdogan dalam rapat umum partainya, AKP, Kamis (9/6/2022), dikutip laman Al Arabiya. Aliansi Rakyat atau People’s Alliance adalah koalisi antara partai AKP dan partai sayap kanan MHP.

Baca Juga

Partai oposisi saat ini, CHP, yang memiliki anggota terbesar kedua di parlemen Turki, belum mengumumkan siapa calon presidennya. Erdogan pun “menantang” pemimpin CHP, Kemal Kilicdaroglu, untuk segera mendeklarasikan kandidat yang bakal diusung partai tersebut pada pilpres mendatang. “Nyatakan kandidat Anda atau pencalonan Anda,” ujar Erdogan.

Pada kesempatan itu, Erdogan mengatakan, pilpres bakal digelar tepat waktu, yakni pada 24 Juni 2023. Pernyataannya itu sekaligus menepis rumor tentang akan dipercepatnya perhelatan pemilu. Kabar itu muncul saat Turki tengah menghadapi keterpurukan ekonomi yang dipicu melemahnya mata uang lira serta inflasi sebesar 73,5 persen. Itu merupakan inflasi tertinggi sejak 1998.

Para kritikus ekonomi telah menyalahkan kebijakan ekonomi Erdogan yang tidak ortodoks. Sebab pemerintahannya mendorong suku bunga yang lebih rendah untuk mengatasi kenaikan harga akibat kekacauan ekonomi. Bertentangan dengan teori ekonomi konvensional, Erdogan yakin bahwa suku bunga tinggi memicu inflasi daripada mengendalikannya. Awal pekan ini Erdogan menyampaikan bahwa pemerintahannya tidak akan menaikkan suku bunga.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA