Wednesday, 17 Rajab 1444 / 08 February 2023

Akses Distribusi Hewan Ternak di Kota Bogor Diperketat

Kamis 09 Jun 2022 13:26 WIB

Rep: Shabrina Zakaria/ Red: Andi Nur Aminah

Wakil Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim, memastikan hewan ternak di RPH Bubulak, Kota Bogor memiliki Surat Keterangan Kesehatan Daging (SKKD) -- ilustrasi

Wakil Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim, memastikan hewan ternak di RPH Bubulak, Kota Bogor memiliki Surat Keterangan Kesehatan Daging (SKKD) -- ilustrasi

Foto: Pemkot Bogor
Ini untuk mencegah penularan virus PMK di Kota Bogor yang semakin meluas.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor memperketat akses keluar dan masuk pendistribusian hewan ternak. Pengetatan ini dilakukan untuk mencegah penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) di wilayahnya. Selain memperketat jalur distribusi, Pemkot Bogor juga mendorong agar pemerintah pusat segera mengupayakan vaksinasi kepada hewan ternak, untuk mencegah penularan virus PMK di Kota Bogor yang semakin meluas. 

Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim, mengatakan hal itu dilakukan imbas tujuh Ekor Sapi di RPH Bubulak Positif PMK. “Pasca ditemukannya kasus PMK di Kota Bogor, Pemkor Bogor sudah melakukan isolasikan RPH Bubulak,” kata Dedie, Kamis (9/6/2022).

Baca Juga

Kemudian, sambung dia, Pemkot Bogor juga melakukan penyekatan jalur distribusi hewan ternak di enam titik. Terutama angkutan hewan yang datang dari luar Kota Bogor.

Penyekatan dilakukan dengan melibatkan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), dibantu Satpol PP, dan Dishub Kota Bogor. “(Kami) sudah mengajukan agar Polresta Bogor Kota dan TNI bisa membantu keluar masuk angkutan hewan ternak menjelang Idul Adha,” ucapnya.

Kedua, pihaknya juga sudah meminta DKPP untuk memonitoring dan pemantauan intensif di titik-titik penjualan hewan kurban di Kota Bogor. “Harus diperhatikan juga hewan kurban harus memiliki syarat kesehatan yang dianjurkan oleh Dinkes kota Bogor. Jadi kita menyiapkan, dan juga dokumentasinya. Hewan yang sehat dan persyaratannya sudah ditetapkam Pemkot Bogor,” imbuhnya.

Kendati demikian, Dedie meminta agar masyarakat Kota Bogor tidak perlu menunjukan ketakutan secara berlebih dengan adanya temuan kasus PMK. Namun Pemkot Bogor tetap mengupayakan hewan ternak yang sehat bagi manusia, serta sebat untuk hewan lain.

“Dan untuk memastikan itu. Dinas kita sudah mencoba mengeliminir permasalahan yang mungkin timbul, dan mengakibatkan jatuhnya banyak hewan yang terkena PMK,” ujarnya.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA