Wednesday, 2 Rabiul Awwal 1444 / 28 September 2022

FDA Rilis Efek Samping Baru Vaksin Novavax

Rabu 08 Jun 2022 07:13 WIB

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Nora Azizah

Efek samping Novavax diketahui berdasarkan hasil uji klinis.

Efek samping Novavax diketahui berdasarkan hasil uji klinis.

Foto: AP Photo/Alastair Grant
Efek samping Novavax diketahui berdasarkan hasil uji klinis.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kehadiran vaksin Covid-19 dari Novavax telah lama dinanti oleh sebagian warga Amerika Serikat. Alasannya, vaksin Covid-19 ini dibuat dengan teknologi yang lebih tradisional dan telah digunakan untuk membuat banyak vaksin di masa lalu.

"Kita semua tahu bahwa ada orang-orang tertentu dalam masyarakat yang masih khawatir dengan jenis vaksin yang relatif baru dalam arena vaksinologi, dan mereka mungkin menginginkan vaksin yang lebih klasik," jelas penasihat Covid-19 Gedung Putih Anthony Fauci MD, seperti dilansir BestLife, Rabu (8/6/2022).

Baca Juga

Di satu sisi, kehadiran vaksin Novavax ini dinilai dapat merangkul orang-orang yang semula ragu untuk divaksinasi. Namun di sisi lain, Food and Drug Administration (FDA) mengungkapkan adanya efek samping yang perlu diwaspadai dari vaksin Novavax, yaitu peradangan jantung.

Berdasarkan uji klinis yang melibatkan hampir 30 ribu partisipan berusia 18 tahun ke atas, vaksin Covid-19 Novavax terbukti memiliki efektivitas sekitar 90 persen dalam mencegah sakit Covid-19 ringan, sedang, dan berat. Namun, ada enam kasus miokarditis (peradangan otot jantung) dan perikarditis (peradangan pada lapisan luar jantung atau perikardium) yang ditemukan di antara para partisipan dalam uji klinis.

Keenam kasus peradangan jantung tersebut terdeteksi dalam kurun waktu 20 hari setelah partisipan diberikan vaksin Covid-19 Novavax. Lima dari enam kasus membutuhkan perawatan di rumah sakit, namun seluruh pasien saat ini sudah pulih.

"Kejadian ini meningkatkan kekhawatiran mengenai asosiasi kausal dengan vaksin ini, mirip seperti asosiasi yang terdokumentasikan dengan vaksin Covid-19 mRNA," ungkap pegawai FDA.

Terkait kekhawatiran ini, pihak Novavax turut angkat bicara. Novavax menegaskan bahwa tidak ada hubungan kausal antara vaksin Covid-19 novavax dengan masalah peradangan jantung. Menurut Novavax, kejadian tingkat kasus peradangan jantung yang terjadi di antara partisipan sama dengan tingkat kasus serupa yang terjadi pada kelompok plasebo atau kelompok kontrol.

"Kita telah mempelajari bahwa kita dapat memperkirakan adanya kejadian alami miokarditis pada basis data besar mana pun," jelas pihak Novavax.

Menurut Novavax, kasus peradangan jantung kerap disebabkan oleh infeksi virus non spesifik. Selain itu, Novavax menilai tidak ada cukup bukti yang menunjukkan adanya hubungan kausal antara vaksin Covid-19 Novavax dengan kejadian peradangan jantung, baik itu miokarditis maupun perikarditis.

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA