Saturday, 9 Jumadil Awwal 1444 / 03 December 2022

Soal Tarif Listrik, Erick: Bukan Eranya Subsidi untuk yang Mampu

Rabu 08 Jun 2022 03:05 WIB

Rep: Muhammad Nursyamsi/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir angkat suara soal rencana pemerintah menaikan kenaikan tarif listrik untuk golongan di atas 3 ribu VA. Hal ini Erick sampaikan saat rapat kerja dengan Komisi VI DPR di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (7/6).

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir angkat suara soal rencana pemerintah menaikan kenaikan tarif listrik untuk golongan di atas 3 ribu VA. Hal ini Erick sampaikan saat rapat kerja dengan Komisi VI DPR di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (7/6).

Foto: Kementerian BUMN
Erick Thohir sebut kedepan negara tak lagi subsidi golongan mampu di atas 3 ribu VA

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir angkat suara soal rencana pemerintah menaikan kenaikan tarif listrik untuk golongan di atas 3 ribu VA. Hal ini Erick sampaikan saat rapat kerja dengan Komisi VI DPR di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (7/6).

"Apa yang ditanyakan tadi mengenai isu kenaikan harga listrik PLN, yang saya yakini pemerintah mementingkan bahwa selama untuk rakyat yang mampu pasti ditanggulangi pemerintah. Tapi memang hari ini kan bukan eranya lagi kita mensubsidi rakyat yang mampu," ucap Erick.

Oleh karena itu, Erick menyebut kemungkinan pemerintah tak lagi memberikan subsidi kepada pelanggan dengan golongan di atas 3 ribu VA. Erick mengatakan keputusan soal tarif listrik memerlukan sinkronisasi dengan Kementerian ESDM dan Kemenkeu.

"Isu mengenai harga listrik untuk yang mampu tidak disubsidi, itu pun kita harus sinkronisasi sampai ada keputusan yang dirapatkan di kemudian hari. Dinamika seperti ini kadang-kadang ya kami pun harus menjaga keseimbangan itu, tapi tanpa menyalahkan siapa-siapa, yang namanya dinamika, biasa," kata Erick.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA