Friday, 14 Muharram 1444 / 12 August 2022

Kongres Halal Internasional Undang Tamu dari 40 Negara

Selasa 07 Jun 2022 18:05 WIB

Rep: Fuji E Permana/ Red: Ani Nursalikah

Ilustrasi industri halal. Kongres Halal Internasional Undang Tamu dari 40 Negara

Ilustrasi industri halal. Kongres Halal Internasional Undang Tamu dari 40 Negara

Foto: ANTARA/M Risyal Hidayat
Topik utama Kongres Halal Internasional membahas industri halal dan wisata syariah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Majelis Ulama Indonesia (MUI) akan menyelenggarakan Kongres Halal Internasional di Bangka Belitung pada 14-18 Juni 2022. Sebanyak 40 tamu dari 40 negara diundang untuk berpartisipasi dalam kongres tersebut.

Ada dua hal penting yang akan menjadi topik utama dalam kongres ini, yaitu industri halal dan pariwisata syariah. Ketua Steering Committee Kongres Halal Internasional KH Salahuddin Al-Aiyub mengatakan sudah mengundang rekanan yang bekerja sama dengan Indonesia khususnya dengan MUI.

Baca Juga

Industri halal erat kaitannya dengan sertifikasi halal. Maka badan sertifikasi di dunia internasional, di masing-masing negara yang selama ini sudah menjalin kerja sama dengan MUI akan diundang. "Ada sekitar 40 negara kita undang, mereka akan kita beri kesempatan menyampaikan progres terhadap perkembangan halal di negara mereka, kita juga ingin mendapatkan masukan untuk pengembangan halal di Indonesia," kata Kiai Salahuddin kepada Republika, Selasa (7/6/2022).

Ia mengatakan, sebagaimana diketahui ada aturan baru terkait sertifikasi halal di Indonesia. MUI ingin memberi kesempatan ke peserta kongres dari luar negeri untuk bertanya lebih lanjut mengenai aturan baru terkait halal di Indonesia.

Kongres juga mengundang perwakilan dari tokoh masyarakat, ormas, dan pegiat halal seluruh Indonesia. Selain itu mengundang para pegiat pariwisata dan asosiasi pariwisata. "Kita undang mereka untuk membahas bagaimana melakukan langkah-langkah bersama untuk mengakselerasi atau mempercepat menjadikan Indonesia sebagai pusat halal dunia dan menjadi destinasi wisata syariah," ujar Kiai Salahuddin.

Terkait Bangka Belitung menjadi tuan rumah kongres ini, Kiai Salahuddin mengatakan karena kesiapan daerah tersebut untuk menjadi tuan rumah. Masyarakat dan pemerintah daerahnya mempunyai konsen yang besar terhadap pengembangan industri halal dan pariwisata syariah.

"kita juga ingin mempromosikan lokasi khusus untuk wisata di daerah, untuk saat ini Bangka Belitung siap untuk jadi tuan rumah, dan mereka ingin menunjukan destinasi wisata di Bangka Belitung, mereka juga mempunyai pengembangan UMKM halal yang berbasis desa yang sudah lama mereka programkan, itu juga ingin mereka tunjukkan ke dunia internasional," jelasnya.

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA