Sunday, 3 Jumadil Awwal 1444 / 27 November 2022

Empat Terduga Pembunuh Pensiunan Pegawai RRI Madiun Belum Tertangkap

Selasa 07 Jun 2022 16:10 WIB

Red: Agus raharjo

Pembunuhan, ilustrasi

Pembunuhan, ilustrasi

Diduga, kasus pembunuhan ini dilatarbelakangi karena masalah asmara.

REPUBLIKA.CO.ID, MADIUN--Petugas Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Madiun Kota, Jawa Timur, saat ini sedang memburu empat orang yang diduga membunuh secara sadis pensiunan pegawai RRI Madiun. Korban bernama Aris Budianto (58 tahun) warga Jalan Sentul Gang II, Kelurahan Banjarejo, Kecamatan Taman, Kota Madiun.

Kepala Satuan Reskrim Polres Madiun Kota AKP Tatar Hernawan mengatakan pelaku yang diduga lebih dari satu orang tersebut diketahui berdasarkan pemeriksaan dari kamera pengawas CCTV di sekitar lokasi kejadian. "Dugaan sesuai di CCTV ada empat orang. Akan tetapi, peran dari masing-masing seperti apa, siapa yang melakukan (pembunuhan), kami belum tahu," ujar AKP Tatar Hernawan kepada wartawan di Madiun, Selasa (7/6/2022).

Baca Juga

Menurut dia, saat ini petugas tengah mengejar keempat terduga pelaku yang melarikan diri keluar kota. Ia mengaku sudah mengetahui identitas terduga pelaku yang merupakan warga Kota Madiun. Kecurigaan terduga ini juga berdasarkan pemeriksaan dari saksi-saksi.

Hal itu diperkuat dengan video rekaman CCTV yang menunjukkan ciri-ciri terduga tersebut. Tatar menyebut seperti dugaan sebelumnya, kasus pembunuhan ini dilatarbelakangi karena masalah asmara. Pihaknya terus mengembangkan kasus tersebut dengan melibatkan tim dari Polda Jatim. Dalam kasus ini, tidak menutup kemungkinan mengarah ke pembunuhan berencana.

Namun, hal itu masih perlu pemeriksaan dan pendalaman lebih lanjut. Karenanya, dia berharap keempat terduga segera dapat ditemukan. Sebelumnya, Aris Budianto (58 tahun) warga Jalan Sentul Gang II, Kelurahan Banjarejo, Kota Madiun menjadi korban pembacokan oleh orang tidak dikenal pada Kamis (2/6/2022) pagi.

Pria yang baru saja purnatugas sebagai pegawai RRI Madiun per 1 Juni 2022 tersebut diserang saat korban hendak menunaikan ibadah shalat subuh di masjid sekitar rumah. Dari hasil otopsi yang dilakukan saksi ahli dokter forensik RS Bhayangkara Kediri, terdapat empat luka akibat bacokan senjata tajam.

Yakni di telapak tangan kanan, lengan kanan bagian atas dan bawah, serta bagian leher. Korban ditemukan oleh tetangga dalam keadaan tewas bersimbah darah di gang tak jauh dari rumahnya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA