Saturday, 2 Jumadil Awwal 1444 / 26 November 2022

Orang dengan Golongan Darah Ini Punya Risiko Tinggi Kena Penyakit Jantung

Selasa 07 Jun 2022 00:20 WIB

Rep: Santi Sopia/ Red: Reiny Dwinanda

Nyeri dada dapat menjadi pertanda serangan jantung (ilustrasi). Golongan darah merupakan salah satu faktor risiko penyakit jantung.

Nyeri dada dapat menjadi pertanda serangan jantung (ilustrasi). Golongan darah merupakan salah satu faktor risiko penyakit jantung.

Foto: www.freepik.com.
Golongan darah merupakan faktor risiko penyakit jantung yang tidak dapat diubah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penyakit jantung merupakan faktor risiko angina, serangan jantung, hingga gagal jantung. Untuk menghindari penyakit jantung, cara terbaiknya dengan meminimalisasi risiko dengan menjaga kesehatan.

Namun, rupanya ada salah satu faktor yang berkontribusi dan tidak dapat diubah. Menurut penelitian Harvard School of Public Health, risiko penyakit jantung kemungkinan terkait dengan golongan darah.

Baca Juga

Penulis senior yang juga seorang asisten profesor Lu Qi beserta rekan-rekannya mengungkapkan bahwa ada golongan darah yang disebut dengan istilah "paling berbahaya". Berdasarkan penelitian mereka, orang yang memiliki golongan darah A, B, atau AB memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit jantung koroner dibandingkan mereka yang bergolongan darah O.

Bagi mereka yang memiliki risiko penyakit jantung paling tinggi, golongan darah AB cenderung menjadi yang paling berisiko. Lu Qi mengatakan, meskipun golongan darah adalah sesuatu yang tidak bisa diubah, namun temuan menambah daftar pengetahuan terkait risiko dan membantu dokter.

Adalah baik untuk mengetahui golongan darah dengan cara yang sama seperti seharusnya orang mengetahui angka kolesterol atau tekanan darah. Jadi, jika sudah tahu berisiko, maka menjaga kondisi kesehatan harus dilakukan seoptimal mungkin.

"Jika Anda tahu Anda berisiko lebih tinggi, Anda dapat mengurangi risikonya dengan menerapkan gaya hidup yang lebih sehat, seperti makan dengan benar, berolahraga, dan tidak merokok," kata Lu Qi, seperti dikutip dari laman Express.co.uk, Senin (6/6/2022).

Data diperoleh dari dua studi penelitian jangka panjang, yang melibatkan 89.550 orang dewasa selama periode 20 tahun. Orang yang memiliki golongan darah AB 23 persen lebih mungkin untuk mengembangkan penyakit jantung daripada yang lain.

Sementara itu, orang yang memiliki golongan darah B memiliki peningkatan risiko sebesar 11 persen. Mereka yang bergolongan darah A punya risiko lima persen.

Studi penelitian dapat ditemukan di jurnal American Heart Association, yakni Arteriosclerosis, Thrombosis and Vascular Biology. Layanan Kesehatan Inggris (NHS) menjelaskan, ada empat golongan darah utama, yakni A, B, AB, dan O.

"Golongan darah Anda ditentukan oleh gen yang Anda warisi dari orang tua Anda," jelas NHS.

Selain golongan darah, seseorang dapat memiliki RhD positif atau RhD negatif, sehingga totalnya menjadi delapan golongan darah. Golongan darah diidentifikasi oleh antibodi (protein yang ditemukan dalam plasma darah) dan antigen (molekul protein yang ditemukan pada permukaan sel darah merah).

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA