Senin 06 Jun 2022 17:08 WIB

Arab Saudi, Turki, Indonesia, dan UEA Masuk Tiga Teratas Tujuan Wisata Muslim

Pelancong wanita adalah yang paling berpengaruh dalam populasi perjalanan Muslim.

Rep: Alkhaledi Kurnialam/ Red: Ani Nursalikah
Wisata halal. Arab Saudi, Turki, Indonesia, dan UEA Masuk Tiga Teratas Tujuan Wisata Muslim
Foto: Republika.co.id
Wisata halal. Arab Saudi, Turki, Indonesia, dan UEA Masuk Tiga Teratas Tujuan Wisata Muslim

IHRAM.CO.ID, ABU DHABI -- Uni Emirat Arab (UEA) dan Arab Saudi masuk dalam urutan tiga teratas sebagai negara tujuan wisata Muslim. Peringkat ini dijelaskan dalam Global Muslim Travel Index 2022.

Dilansir dari The National News, Kamis (2/6/2022), peringkat ini diterbitkan setiap tahun oleh CrescentRating dan MasterCard. Indeks ini memeringkat negara berdasarkan cara mereka melayani wisatawan Muslim secara khusus.

Baca Juga

Malaysia berada di puncak daftar, mempertahankan posisinya sejak 2019. Arab Saudi berada di urutan kedua bersama Turki dan Indonesia. Kerajaan Saudi mendapat skor tinggi karena memiliki akses mudah ke pilihan tempat makan halal, fasilitas bandara yang sesuai, dan ketersediaan tempat sholat. 

UEA hanya satu tingkat di bawah dengan berada di tempat ketiga. Emirates juga menjadi tempat tujuan yang paling mudah diakses dari 30 pasar outbound Muslim teratas, daftar yang mempertimbangkan konektivitas udara, konektivitas darat, persyaratan visa, dan infrastruktur transportasi di setiap tujuan.

Lebih dari 138 negara masuk daftar dalam indeks tahun ini, dengan skor yang diberikan untuk beberapa faktor yang dapat membantu membuat perjalanan wisatawan Muslim bebas dari rasa khawatir. Ini adalah aksesibilitas, komunikasi, lingkungan, termasuk catatan keselamatan dan keberlanjutan dan layanan yang tersedia seperti hotel, santapan halal, dan pengalaman unik.

Adapun peringkat negara sebagai destinasi teratas dalam Global Muslim Travel Index 2022 adalah sebagai berikut:

1. Malaysia

2. Arab Saudi, Indonesia, dan Turki

3. UEA

4. Qatar

5. Iran dan Yordania

6. Bahrain, Singapura, dan Uzbekistan

Uzbekistan memiliki peningkatan terbesar dalam peringkat tahun ini, naik tujuh peringkat sejak 2019. Yordania juga meningkatkan posisinya, naik tiga peringkat ke peringkat kelima bersama Iran.

Pemeringkatan ini sebenarnya agak tidak mengejutkan karena didominasi oleh negara-negara yang merupakan bagian dari 57 negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) yang berbasis di Arab Saudi.

Empat destinasi non-OKI teratas untuk wisatawan Muslim adalah Singapura, Taiwan, Inggris, dan Thailand dalam urutan itu. Destinasi-destinasi ini berupaya keras untuk menarik dan menyambut wisatawan Muslim, meskipun populasi Muslimnya relatif kecil.

Kedatangan wisatawan Muslim internasional mencapai 160 juta pada 2019 dan, seiring kembalinya perjalanan, jumlah tersebut diperkirakan akan mencapai 140 juta pada tahun 2023, sebelum kembali ke tingkat pra-pandemi pada 2024, menurut indeks tersebut.  Pada 2028, diharapkan pasar akan mencapai 230 juta kedatangan di seluruh dunia.

Milenial, Gen Z, dan pelancong wanita adalah yang paling berpengaruh dalam populasi perjalanan Muslim dengan 70 persen dari perkiraan dua miliar Muslim di seluruh dunia berusia di bawah 40 tahun. Pelancong wanita mewakili salah satu segmen dengan pertumbuhan tercepat dan menyumbang 45 persen dari kedatangan pada 2019, atau sekitar 72 juta pelancong. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement