Friday, 12 Rajab 1444 / 03 February 2023

Brantas Abipraya Bangun Huntap Korban Semeru

Senin 06 Jun 2022 16:04 WIB

Rep: Muhammad Nursyamsi/ Red: Fuji Pratiwi

Wakil Presiden KH Ma'rif Amin mengunjungi huntap korban erupsi Semeru. PT Brantas Abipraya membangun hunian tetap (huntap) untuk warga korban bencana yang terjadi di akhir tahun lalu di Jawa Timur.

Wakil Presiden KH Ma'rif Amin mengunjungi huntap korban erupsi Semeru. PT Brantas Abipraya membangun hunian tetap (huntap) untuk warga korban bencana yang terjadi di akhir tahun lalu di Jawa Timur.

Foto: republika/Mursalin Yasland
Abipraya telah rampungkan 1.110 dari 1.951 unit huntap untuk korban erupsi Semeru.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Brantas Abipraya membangun hunian tetap (huntap) untuk warga korban bencana yang terjadi di akhir tahun lalu di Jawa Timur. Perusahaan juga membangun berbagai sarana dan prasarana bagi korban letusan Gunung Semeru.

Terkait pencapaian target pembangunan huntap tersebut, Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin menyampaikan apresiasinya selepas mengunjungi fasilitas tersebut pekan ini. Hal yang menjadi catatan tersendiri di tengah upaya mendorong pemulihan ekonomi. 

Baca Juga

Brantas Abipraya juga melakukan pembersihan Jalan Nasional Ruas Bts. Kabupaten Malang - Bts. Kabupaten Lumajang. Selain itu, Brantas Abiparaya juga membangun jembatan gantung untuk pejalan kaki; penanganan jalan alternatif Ruas Pasirian-Tempusari; rekonstruksi Jalan Nasional Link 062; dan clearing lokasi Huntara (Hunian Sementara) dan Huntap dengan luas total 80 Hektare.

"Abipraya telah berhasil merampungkan 1.110 unit rumah dari total 1.951 unit yang dibangun untuk masyarakat korban erupsi Semeru. Kami memastikan hunian ini memiliki standar yang baik dengan luas bangunan 6x6 meter dan menggunakan panel RISHA agar tahan gempa," ujar Sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya Miftakhul Anas dalam pernyataan tertulis di Jakarta, Senin (6/6/2022). 

 

Anas menyampaikan, erupsi Gunung Semeru yang terjadi pada Desember lalu mengakibatkan banyaknya tempat tinggal warga, kendaraan yang tertimbun abu vulkanik, sehingga banyak warga yang mengungsi dan menjadi korban jiwa. Anas mengatakan bantuan yang tanggap dan langsung diterjunkan dari Abipraya antara lain alat berat untuk memudahkan proses evakuasi korban berupa delapan ekskavator, satu loader, lima dump truck, tiga buldoser serta dua unit mobil ambulans yang bersiap di lokasi. 

Kata Anas, seluruh alat berat dan ambulans langsung dikirimkan menuju lokasi dari proyek-proyek Brantas Abipraya yang jaraknya tak jauh dari lokasi bencana yaitu proyek Bendungan Semantok di Nganjuk, Jawa Timur, proyek Bendungan Jragung di Demak, Jawa Tengah, Bendungan Bener di Purworejo, Jawa Tengah dan proyek Jalur Lintas Selatan Lot 8 Jarit - Puger di Kabupaten Lumajang.

"Semoga huntap yang dibangun Brantas Abipraya dapat memberikan kenyamanan serta kemudahan bagi masyarakat Lumajang yang menjadi korban erupsi. Ini bukti komitmen kami sebagai BUMN yang selalu ada untuk Indonesia, hadir memberikan yang terbaik untuk masyarakat Indonesia melalui karya-karya konstruksinya," kata Anas menambahkan.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA