Saturday, 5 Rabiul Awwal 1444 / 01 October 2022

Puluhan Ribu Dosis Vaksin Covid-19 di Bengkulu Kedaluwarsa

Ahad 05 Jun 2022 18:31 WIB

Red: Andi Nur Aminah

Petugas medis menunjukkan vaksin COVID-19 (ilustrasi)

Petugas medis menunjukkan vaksin COVID-19 (ilustrasi)

Foto: ANTARA/Ahmad Subaidi
Vaksin kedaluwarsa tersebut tersimpan di gudang vaksin Dinkes Provinsi Bengkulu.

REPUBLIKA.CO.ID, BENGKULU -- Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu menyebutkan, sebanyak 68 ribu dosis vaksin Covid-19 berbagai jenis telah memasuki masa kedaluwarsa atau melewati batas waktu untuk dapat digunakan. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni di Bengkulu, Ahad (5/6/2022) mengatakan, sebanyak 68.362 dosis vaksin kedaluwarsa tersebut tersimpan di gudang vaksin Dinkes Provinsi Bengkulu.

"Puluhan ribu dosis vaksin Covid-19 yang telah kedaluwarsa tersebut saat ini masih tersimpan di gudang vaksin," kata Herwan.

Baca Juga

Saat ini, puluhan ribu dosisvaksini kedaluwarsa tersebut masih menunggu arahan dari pemerintah pusat, apakah nantinya dimusnahkan di daerah atau dikembalikan ke pusat. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, sebanyak 68.362 dosis vaksin yang kedaluwarsa ini terdiri dari vaksin AstraZeneca, Moderna hingga Sinovac.

Dia mengatakan, vaksin kedaluwarsa tersebut merupakan dosis vaksin yang memasuki masa batas waktu pemakaian periode 28 Februari hingga 17 April 2022. Diketahui, stok vaksin yang tersedia saat ini di Dinkes Provinsi Bengkulu berjumlah 13.740 dosis vaksin dari jenis AstraZeneca, Sinovac, Pfizer hingga Moderna.Puluhan ribu dosis vaksin tersebut dalam waktu dekat akan kembali didistribusikan ke setiap kabupaten/kota di Provinsi Bengkulu.

Herwan menjelaskan, meskipun saat ini capaian vaksinasi Covid-19 di Provinsi Bengkulu telah mencapai 96 persen untuk dosis pertama, namun pihaknya terus menggencarkan vaksinasi massal agar tercipta kekebalan komunal menghadapi Covid-19.

sumber : Antara
Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA