Ahad 05 Jun 2022 08:50 WIB

Korea Utara Kembali Melakukan Uji Coba Rudal

Korut kembali menembakkan setidaknya satu rudal balistik tak dikenal ke arah laut

Foto yang didistribusikan oleh pemerintah Korea Utara ini menunjukkan apa yang dikatakan sebagai uji coba rudal balistik antarbenua (ICBM) Hwasong-17, di lokasi yang dirahasiakan di Korea Utara pada 24 Maret 2022.
Foto: AP/KCNA via KNS
Foto yang didistribusikan oleh pemerintah Korea Utara ini menunjukkan apa yang dikatakan sebagai uji coba rudal balistik antarbenua (ICBM) Hwasong-17, di lokasi yang dirahasiakan di Korea Utara pada 24 Maret 2022.

REPUBLIKA.CO.ID, SEOUL -- Militer Korea Selatan mengatakan, Korea Utara kembali menembakkan setidaknya satu rudal balistik tak dikenal ke arah laut pada Ahad (5/6/2022). Uji coba ini memperpanjang rentetan provokatif dalam demonstrasi senjata tahun ini, yang diperkirakan dapat berujung dengan ledakan uji coba nuklir.

Kepala Staf Gabungan Korea Selatan tidak mengatakan dari mana senjata itu ditembakkan atau seberapa jauh rudal tersebut terbang. Peluncuran rudal itu dilakukan sehari setelah kapal induk AS Ronald Reagan menyelesaikan latihan dengan Korea Selatan di Laut Filipina. Ini merupakan latihan pertama mereka yang melibatkan kapal induk sejak November 2017.

Peluncuran itu merupakan uji coba rudal putaran ke-18 Korea Utara pada 2022. Para ahli mengatakan sikap tegas pemimpin Korea Utara Kim Jong-un bertujuan untuk memaksa Amerika Serikat (AS) menerima gagasan Korea Utara sebagai kekuatan nuklir, serta merundingkan konsesi ekonomi dan keamanan dari posisi yang kuat.

Pejabat Korea Selatan dan AS mengatakan, ada tanda-tanda bahwa Korea Utara juga melanjutkan persiapan uji coba nuklir di fasilitas Punggye-ri. Pada Jumat (3/6), utusan khusus Biden untuk Korea Utara, Sung Kim, mengatakan, Washington sedang mempersiapkan semua kemungkinan terkait rencana uji coba nuklir Korea Utara. Amerika Serikat juga melakukan koordinasi yang erat dengan Korea Selatan dan Jepang, yang memantau pergerakan Korea Utara.

Kim, yang berada di Seoul untuk pertemuan trilateral Korea Selatan dan Jepang. Kim mengatakan, Washington menilai bahwa Korea Utara terus bergerak melakukan persiapan di fasilitas nuklir Punggye-ri.  

Uji coba nuklir antarbenua Korea Utara berikutnya akan menjadi yang ketujuh sejak 2006 dan yang pertama sejak September 2017, ketika Korut mengklaim telah meledakkan bom termonuklir untuk dipasang pada rudal balistik antarbenuanya. Negosiasi nuklir antara Washington dan Pyongyang telah terhenti sejak 2019, karena ketidaksepakatan dalam pertukaran pelepasan sanksi.

Korea Utara telah melakukan uji coba rudal 17 kali tahun ini. Termasuk demonstrasi rudal antarbenua atau ICBM pertamanya dalam hampir lima tahun.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement