Ahad 05 Jun 2022 07:08 WIB

Hari Pertama Tayang, Ngeri-Ngeri Sedap Ditonton 51.396 Orang

Film 'Ngeri-Ngeri Sedap' dekat dengan realitas kehidupan keluarga Batak di perantauan

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Joko Sadewo
Teaser poster film Ngeri Ngeri Sedap.
Foto: Istimewa
Teaser poster film Ngeri Ngeri Sedap.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Di hari pertama tayang pada 2 Juni 2022 di bioskop se-Indonesia, film 'Ngeri Ngeri Sedap', berhasil mengumpulkan 51.396 penonton. Selain itu, film perdana rumah produksi Imajinari bekerja sama dengan Visionari Film Fund ini, juga mendapat penambahan layar hingga 54 layar di bioskop.

Sutradara film, Bene Dion Rajagukguk ini, mengungkapkan rasa tak percaya sekaligus kebahagianya. “Aku mau mengucapkan terima kasih untuk penonton, ini di luar dugaan. Sangat mencengangkan untuk hari pertama, untuk film yang kami duga sangat segmented ternyata dinikmati oleh banyak kalangan, banyak suku, banyak komunitas, tidak hanya komunitas Batak,” ujar dia dalam keterangan tertulisnya, Ahad (5/6/2022).

Baca Juga

Sementara itu, Boris Bokir sebagai salah satu pemain juga mengungkapkan rasa puasnya tentang film ini. Tak disangka bahwa kualitas film ini yang pada akhirnya akan menjadi magnet penonton untuk menyaksikan dan merasakan kuatnya cerita dari dalam film.

“Filmnya terlalu based on true story jadi sangat relate,” kata Boris Bokir. Karenanya, ia ingin penonton juga bisa merasakan ketulusan yang ada di balik pembuatan film 'Ngeri Ngeri Sedap'.

Jaminan kualitas film bukan cuma hanya disampaikan dari sutradara dan pembuatnya, tapi juga dari para penonton. Seperti Tanta Ginting yang memberikan komentar positifnya, bahwa film ini seperti kehidupan di sekitar kita. “Terlalu dekat ceritanya sama keadaan sebenarnya,” ungkap Tanta.

Untuk terus menggaet penonton, para pemain bersama sutradara akan melakukan roadshow di beberapa kota seperti Depok, Bandung, Karawang dan Bekasi yang akan dilakukan pada 4-5 Juni.

Film “Ngeri-Ngeri Sedap” merupakan drama komedi keluarga dengan latar belakang suku batak, menyampaikan keresahan anak-anak rantau yang terikat adat dan budaya. Film ini juga dibintangi oleh Arswendy Beningswara Nasution, Tika Panggabean, Gita Bhebhita Butar-butar, Lolox dan Indra Jegel.

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement