Friday, 11 Rabiul Awwal 1444 / 07 October 2022

Pengamat Politik Lihat Ada Maksud Ini di Balik Pesan Jokowi pada Rakernas Projo

Sabtu 04 Jun 2022 23:59 WIB

Red: Gilang Akbar Prambadi

Presiden Jokowi saat berpidato di Rakernas ke-5 relawan Projo.

Presiden Jokowi saat berpidato di Rakernas ke-5 relawan Projo.

Foto: istimewa/tangkapan layar
Saat itu, tokoh nasional yang hadir di Rakernas bukan hanya Ganjar.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengamat politik muda, Varhan Abdul Aziz melihat bukan Ganjar Pranowo yang dimaksud Presiden Joko Widodo dalam pernyataan terkait isu Capres 2024 di Rakernas relawan Projo beberapa waktu lalu. Wakil Sekretaris Jenderal LSM Lumbung Informasi Rakyat (Lira) ini mengatakan, faktanya, tokoh yang hadir saat kegiatan tersebut bukan cuma Ganjar. Saat itu, ada mantan Panglima TNI yang merupakan Kepala Kantor Staf Kepresidenan yang turut hadir.

“Bahkan, lebih daripada Ganjar, justru Moeldoko yang mendampingi Presiden Jokowi naik ke panggung saat beliau membuka rakernas,” kata Varhan, Sabtu (4/6/2022).

Baca Juga

Atas dasar ini, Varhan percaya bahwa maksud tersembunyi Presiden Jokowi dengan kalimat 'mungkin yang kita dukung ada di sini' lebih kepada Moeldoko. Varhan mengatakan, punya beberapa pertimbangan penting lain yang mendasari argumennya.

Selain hadirnya Moeldoko dan tampilnya KSP mendampingi Presiden ke panggung untuk membuka Rakernas Projo, ada dua hal lain yang membuatnya yakin bahwa publik selama ini luput mengambil petunjuk tersembunyi dari pernyataan Presiden Jokowi. Pertama, kata Varhan, presiden punya hubungan yang dekat dengan Moeldoko. Itu terlihat, kata dia, ketika presiden begitu antusias ketika bersama Moeldoko melakukan panen sorgum di Desa Laipori, Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (2/6/2022). Ia mengeklaim, dalam acara tersebut terlihat betapa akrabnya Moeldoko dengan Presiden, seperti tampak dalam foto-foto yang beredar di media massa. Di sana, Moeldoko memang berinisiasif menggelar program budidaya sorgum seluas 4.000 hektare di dua desa, yakni Desa Laipori dan Desa Ngohung. Moeldoko menilai, sorgum adalah tanaman pangan yang mudah dibudidayakan, termasuk di lahan kritis, serta mengandung nutrisi dan zat gizi yang cukup tinggi untuk menjadi pangan pengganti beras, jagung dan gandum.

“Kedua, meskipun belum diumumkan, hampir sudah jadi rahasia umum bahwa pilihan resmi PDIP untuk calon presiden mendatang adalah Ketua DPR RI saat ini, Puan Maharani, putri ibu Megawati,” kata Varhan. 

Dengan rekam jejak konsistensi komitmen Jokowi kepada PDIP dan Megawati, serta sikap santun yang senantiasa dijunjungnya, Varhan yakin Jokowi tidak akan mengambil sikap berbenturan dengan PDIP. 

“Argumen-argumen tersebut sangat kuat untuk mendukung keyakinan saya bahwa yang dimaksud Jokowi pada Rakernas 

Dikutip dari Antara, Direktur Lembaga Riset dan Penelitian Indonesia (Rispenindo), George Kuahaty, melihat hasil survei Moeldoko terus naik secara konsisten di berbagai survei, hingga pada April lalu masuk 10 besar Lembaga Survei Nasional. Tiga Lembaga survei juga menemukan data bahwa Moeldoko menjadi calon presiden asal militer yang paling diminati publik. Ketiga Lembaga survei tersebut adalah Rispenindo, Lembaga Survei Nasional (LSN) serta Lembaga Penelitian Masyarakat Milenium (LPMM). 

Pada saat meresmikan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Pro-Jokowi di kawasan Borobudur, Jawa Tengah, presiden dianggap memberikan sinyal tentang tokoh pilihannya untuk Pilpres 2024. Saat itu, meski disertai ungkapan untuk tidak tergesa, sebuah pesan tersembunyi (hint) tentang tokoh yang akan dipilihnya untuk maju di kontestasi Pilpres 2024, mencuat. 

“Urusan politik, ojo kesusu sik. Jangan tergesa-gesa. Meskipun, mungkin yang kita dukung ada di sini. Sudah dibilang, jangan tergesa-gesa, ojo kesusu,”ujar Jokowi, saat itu.

sumber : Antara
Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA