Ahad 05 Jun 2022 03:45 WIB

Hujan Deras Empat Jam, Mamuju Direndam Banjir

Banjir Mamuju meluas dan sudah selutut orang dewasa.

Banjir Mamuju meluas dan sudah selutut orang dewasa.
Foto: ANTARA/Arnas Padda
Banjir Mamuju meluas dan sudah selutut orang dewasa.

REPUBLIKA.CO.ID, MAMUJU -- Banjir merendam ruas jalan dan permukiman warga setelah hujan deras turun selama empat jam di sejumlah wilayah di Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat. "Banjir sudah menjadi langganan masyarakat kota Mamuju, setiap hujan deras turun merendam ruas jalan dan ratusan permukiman penduduk," kata Syaiful, warga di Kompleks Stadion Kabupaten Mamuju, Sabtu (4/6/2022).

Ia mengatakan, banjir yang turun sejak pukul 16.00 WITA sampai 18.00 WITA di sekitar stadion Mamuju, telah merendam jalan dan permukiman warga dengan ketinggian air hingga lutut orang dewasa. "Banjir yang turun dari arah gunung di kota Mamuju kemudian merendam permukiman warga dan ruas jalan, akibat drainase yang buruk tidak mampu menampung luapan air banjir," katanya.

Baca Juga

Ia mengatakan, warga mengeluhkan penanganan banjir pemerintah di Mamuju selama ini, karena sampai saat ini banjir terus menghantui masyarakat ketika hujan deras turun. Ia berharap, pemerintah setempat dapat menanggulangi banjir tersebut agar tidak terus menerus menggenangi jalan dan pemukiman yang menggangu aktivitas dan merusak barang berharga.

Banjir juga merendam kompleks pasar regional Mamuju, sehingga pedagang terganggu aktivitasnya dalam berdagang, karena harus mengamankan barang dagangannya ke tempat yang lebih tinggi. Selain itu, juga merendam pemukiman di kompleks BTN Ampi Mamuju yang bersebelahan dengan pasar regional Kota Mamuju.

"Banjir besar di Mamuju pernah terjadi pada awal 2017 yang lalu, mengakibatkan korban jiwa sejumlah rumah hanyut dan ribuan rumah terendam akibat meluapnya sungai Karema," kata Tuti warga pedagang.

Bencana banjir di Mamuju mesti diantisipasi secepatnya pemerintah dengan melakukan perbaikan drainase, karena banjir membuat masyarakat trauma. Bupati Mamuju Sutinah Suhardi mengakui, jika banjir di Mamuju akibat sampah pada drainase serta terdapat drainase yang rusak. Ia mengatakan, penataan drainase yang rusak di Mamuju akan dilaksanakan kedepannya sesuai kemampuan anggaran pemerintah, agar banjir tidak merendam rumah warga dan mengganggu aktivitasnya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement