Sunday, 6 Rabiul Awwal 1444 / 02 October 2022

Karim Benzema Bicara Gaya Permainannya dan Hubungannya dengan Jose Mourinho

Jumat 03 Jun 2022 11:38 WIB

Rep: Rahmat Fajar / Red: Israr Itah

Karim Benzema dari Real Madrid/

Karim Benzema dari Real Madrid/

Foto: AP/Kirsty Wigglesworth
Benzema sempat memiliki masalah dengan Jose Mourinho.

REPUBLIKA.CO.ID, MADRID -- Striker Real Madrid Karim Benzema bicara mengenai gaya bermainnya di lapangan dan hubungannya dengan Jose Mourinho. Benzema tampil luar biasa musim 2021/2022 bersama Madrid sebagai mesin gol. Ia pun berhasil mempersembahkan gelar La Liga dan Liga Champions musim 2021/2022.

Ia mengatakan bermain dengan memanfaatkan insting. Apapun yang muncul di kepalanya akan dilakukan di lapangan. Ia tak pernah berkata pada diri sendiri tentang apa yang harus dilakukan ketika dihadapkan pada situasi atau melawan bek tertentu.

Baca Juga

"Saya tidak pernah berkata pada diri sendiri 'Saya akan bermain melawan bek ini, saya harus melakukan ini atau itu'," kata Benzema dalam sebuah wawancara dilansir dari Marca, Jumat (3/6/2022).

Ia juga bicara mengenai awal-awal berseragam Madrid serta kesulitan yang dihadapinya. Ia mengakui enam bulan pertama sangat sulit. Ia merasa sendirian ditambah dengan kendala bahasa sehingga semuanya menjadi rumit.

“Saya telah tiba di dunia baru, dengan tim baru, jenis sepak bola yang berbeda. Untungnya saya tidak menyerah. Saya ingat saya punya sedikit masalah dengan Jose Mourinho pada satu titik,” ungkapnya.

Suatu hari mereka bertemu di hotel lalu melakukan pembicaraan satu hari sebelum pertandingan melawan Real Mallorca. Pada waktu itu, ada perdebatan antara Benzema dan Mourinho mengenai permainan. Ia kemudian mengatakan kepada Mourinho akan mencetak gol.

“Hari berikutnya saya mencetak gol dan kami menang 1-0,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut ia juga membahas hubungannya dengan Cristiano Ronaldo. Ia mengakui Ronaldo salah satu pemain yang menginspirasinya. Ia selalu memperhatikan Ronaldo bagaimana dia menggiring bola, penyelesaian akhir, passing, penanganan bola dan gerakannya. Kendati demikian ia sadar tak mungkin mencapai sesuatu yang sama dengan Ronaldo.

Ia menambahkan sebagai pemain pasti ingin mengangkat trofi Piala Dunia bersama negaranya. Ia bermimpi membawa Prancis merebutnya karena pada 2018 ia bukan bagian dari skuad Ayam Jantan, julukan timnas Prancis, yang berjaya di Rusia.

"Saya masih memiliki banyak hal di kepala saya. Saya ingin memenangkan lebih banyak gelar, lebih banyak Liga Champions. Dengan tim nasional, Piala Dunia. Hanya itu yang saya impikan,” kata dia menegaskan.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA