Jumat 03 Jun 2022 06:38 WIB

Bank Mandiri Kucurkan Dana Rp 109 Triliun Dorong UMKM Naik Kelas

Bank Mandiri berkomitmen membantu UMKM dari aspek pembiayaan

Rep: Novita Intan / Red: Nashih Nashrullah
Bank Mandiri ilustrasi. Bank Mandiri berkomitmen membantu UMKM dari aspek pembiayaan
Foto: Republika/Prayogi
Bank Mandiri ilustrasi. Bank Mandiri berkomitmen membantu UMKM dari aspek pembiayaan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— PT Bank Mandiri (Persero) Tbk berupaya mendorong pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Indonesia bisa naik kelas. 

Pada April 2022, perseroan menyalurkan kredit senilai Rp 109,4 triliun ke sektor UMKM atau naik 16,2 persen dari periode yang sama dari tahun sebelumnya. 

Baca Juga

Sekretaris Perusahaan  Bank Mandiri, Rudi As Aturridha, mengatakan perseroan turut mengembangkan Rumah BUMN sebagai wadah pelatihan dan pembinaan yang menjadi bagian program tanggung jawab sosial perusahaan (TJSL) Bank Mandiri. Perusahaan memfasilitasi pelatihan bagi 22 Rumah BUMN yang diselenggarakan pada 2-4 Juni 2022 di Sanur, Bali. 

“Melalui pelatihan ini, para fasilitator yang tersebar dari seluruh Indonesia akan berkumpul dan mendapat pelatihan mengenai growth mindset, kewirausahaan sosial (social entrepreneurship), manajemen waktu dan prioritas (time and priority management), serta keterampilan komunikasi dan media sosial (communication and social media skills),” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (2/6/2022). 

Dia berharap, para peserta dapat meningkatkan kemampuan serta keterampilan para fasilitator dalam memfasilitasi kebutuhan UMKM Binaan yang tergabung dalam Rumah BUMN Bank Mandiri. 

"Bank Mandiri secara aktif memberikan pelatihan serta pembinaan bagi pelaku UMKM. Salah satunya dengan memanfaatkan ekosistem digital seperti e-commerce dan sosial media untuk memperluas akses pasar serta daya saing UMKM lokal," ucapnya. 

Sejak dijalankan pada 2017 lalu, Bank Mandiri telah mendirikan 22 Rumah BUMN (RB) yang tersebar di seluruh Indonesia. Dari jumlah itu, total UMKM yang tergabung dalam RB Bank Mandiri mencapai 13.687 UMKM dengan jumlah tenaga kerja mencapai 42 ribu. 

Jika dilihat berdasarkan sektor usahanya, sektor pertanian, perburuan dan sarana pertanian terus mencatat perbaikan. Termasuk sektor lain seperti perdagangan, restoran dan hotel, perindustrian serta jasa. 

"Secara sektoral, bisnis UMKM terus menunjukan pertumbuhan. Kondisi ini akan terus berlanjut seiring dengan meningkatnya daya beli masyarakat serta dukungan Pemerintah dan regulator dalam menopang pertumbuhan UMKM," ucapnya.   

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement