Tuesday, 11 Muharram 1444 / 09 August 2022

KKP Gencarkan Kegiatan Tebar Benih Ikan

Kamis 02 Jun 2022 00:25 WIB

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Nidia Zuraya

Benih ikan kakap hasil budi daya (ilustrasi).

Benih ikan kakap hasil budi daya (ilustrasi).

Foto: ANTARA/ Irwansyah Putra
KKP terus mendorong Unit Pelaksana Teknis (UPT) melakukan pembenihan ikan hias laut.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memastikan terus menggencarkan kegiatan tebar benih ikan sesuai dengan perairannya untuknmenjaga ekologi laut. Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB) KKP melakukan tebar benih ikan hias nemo di perairan Maluku.

“Kegiatan tersebut bertujuan untuk menjaga keseimbangan spesies di alam dan memastikan kelestarian ikan hias di laut,” kata Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP Tb Haeru Rahayu dalam pernyataan tertulisnya, Rabu (1/6/2022). 

Baca Juga

Belum lama ini, KKP melalui DJPB juga kembali melepasliarkan 7.500 ekor ikan nemo di Pantai Halasi, Desa Morela, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku, pada Jumat (27/5/2022). Haerubmenilainpembangunan perikanan yang dirasakan saat ini tidak boleh mengorbankan kepentingan generasi yang akan datang. 

“Oleh karenanya dalam pengelolaan perikanan budidaya berkelanjutan penting menjamin keseimbangan antara kepentingan ekologi, sosial dan ekonomi,” ungkap Haeru. 

Haeru menduga kecenderungan terjadinya eksploitasi terhadap spesies-spesies bernilai ekonomi tinggi, utamanya komoditas ikan hias air laut. Dengan begitu,  KKP sebagai institusi yang berwenang di sektor kelautan dan perikanan bertanggung jawab untuk menjaga keseimbangan biodiversity sumber daya yang ada di perairan.

“Saat ini, ketertarikan masyarakat untuk memelihara ikan hias dari laut meningkat pesat, sehingga terjadi penangkapan yang berlebih (over-exploitation). Akibatnya, ikan hias laut mulai sulit ditemukan,” jelas Haeru. 

Untuk itu, dia menegaskan KKP terus mendorong Unit Pelaksana Teknis (UPT) untuk melakukan pembenihan ikan hias laut salah satunya seperti ikan hias nemo. Hal tersebut dilakukan untuk memenuhi permintaan pasar ekspor dan kepentingan tebar benih ikan di perairan. 

Sementara itu, Kepala Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Ambon Sarwono mengatakan BPBL Ambon terus berupaya melakukan inovasi teknologi perbenihan. Hal tersebut termasuk untuk komoditas yang dikembangkan masyarakat karena bernilai ekonomi tinggi maupun untuk menjaga kelestarian sumber daya laut. 

“Kami saat ini fokus untuk kembangkan spesies-spesies ekonomis penting, di samping untuk tujuan meningkatkan daya saing pasar ekspor, juga untuk kepentingan pelestarian keragaman jenis di alam. BPBL Ambon siap menjadi garda paling depan dalam pengembangan budidaya ikan laut di Indonesia,” ungkap Sarwono.

Sarwono mengatakan pihaknya sengaja melakukan tebar benih ikan hias nemo di Pantai Halasi, Desa Morela, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah pada 27 Mei 2022 untuk menjaga kelestarian ikan hias nemo di wilayah Maluku Tengah. Menurutnya, di perairan tersebut banyak ditemukan anemon, sehingga sangat cocok untuk ikan nemo berkembang biak dengan baik. 

“Kami berharap tebar benih ikan hias nemo yang dilakukan dapat berkembang dengan baik, karena di perairan Maluku Tengah tersebut merupakan habitat dari ikan nemo, di mana di perairan tersebut banyak ditemukan anemon,” jelas Sarwono. 

Sarwono menilai keberhasilan budidaya ikan hias nemo di BPBL Ambon tersebut karena aktif melakukan metode kawin silang yang saat ini dapat menghasilkan 30 varian ikan nemo. Dengan begitu jenis nemo yang dibesarkan di BPBL Ambon bervariasi dan banyak dicari para pecinta ikan hias, khususnya ikan nemo. 

“Hal ini karena mempunyai nilai ekonomi yang tinggi, yakni harga di pasar berkisar antara Rp 5 ribu per ekor hingga Rp 100 ribu per ekor” tutur Sarwono.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA