Sunday, 3 Jumadil Awwal 1444 / 27 November 2022

Spanyol Larang Perusahaan Gunakan Chatbot

Rabu 01 Jun 2022 09:35 WIB

Red: Esthi Maharani

Pemerintah Spanyol menyetujui rancangan undang-undang layanan pelanggan yang akan melarang perusahaan menggunakan chatbot

Pemerintah Spanyol menyetujui rancangan undang-undang layanan pelanggan yang akan melarang perusahaan menggunakan chatbot

Foto: Qontak
Konsumen juga memiliki hak untuk dilayani oleh manusia, bukan chatbot

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah Spanyol menyetujui rancangan undang-undang layanan pelanggan yang akan melarang perusahaan menggunakan chatbot.

"Tidak ada lagi waktu menunggu yang membuat frustasi," kata Menteri Hak Konsumen Spanyol, Alberto Garzon, dikutip dari Reuters, Rabu (1/6/2022).

Melalui regulasi tersebut, konsumen akan dilayani maksimal selama tiga menit. Konsumen juga memiliki hak untuk dilayani oleh manusia, bukan chatbot. Perusahaan yang bergerak pada sektor layanan dasar dan utilitas harus menjawab keluhan pelanggan dalam dua jam, menurut aturan tersebut.

Untuk menangani insiden, perusahaan harus menyediakan sambungan telepon gratis yang beroperasi selama 24 jam sehari dan 365 hari dalam setahun. Konsumen, ketika terjadi insiden, tidak boleh dialihkan ke layanan telepon berbayar.

Pemerintah akan mengenakan sanksi antara 150 sampai 10.000 euro jika perusahaan melanggar. Sanksi bisa berlipat menjadi 100.000 euro jika masalah menimpa konsumen yang rentan atau jika pelanggaran dilakukan berulang kali.

Asosiasi Cex, yang menaungi bisnis layanan pelanggan di Spanyol, tidak memberikan komentar atas isu ini.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA