Senin 30 May 2022 18:47 WIB

Siemes Lirik Proyek Energi Baru Terbarukan di IKN

Indonesia berkomitmen mencapai Net Zero Emission (NZE) pada 2060.

Rep: Intan Pratiwi/ Red: Nidia Zuraya
Energi terbarukan/ilustrasi.
Foto: abc
Energi terbarukan/ilustrasi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah mendorong relisasi kerjasama antara Siemens Energy dan Pertamina Power Indonesia (PPI) afiliasi Pertamina yang fokus memggarap bisnis Energi Baru Terbarukan (EBT). Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif, bahkan langsung berbicara dengan petinggi Siemens disela perhelatan G7 Climate, Energy and Environment Ministers di Jerman.

Kepala Biro Komunikasi Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama Kementerian ESDM (KLIK), Agung Pribadi, mengungkapkan dalam pertemuan tersebut Menteri ESDM kembali menegaskan kembali komitmen Indonesia mencapai Net Zero Emission (NZE) pada 2060 atau lebih cepat. Salah satu caranya adalah dengan adanya kolaborasi dengan perusahaan- perusahaan seperti Siemens Energy

Baca Juga

"Menteri ESDM bertemu Siemens Energy pada 27 Mei 2022. Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya pada akhir Maret yang lalu, berdiskusi mengenai tindak lanjut pembahasan kerja sama Siemens dengan Pertamina Power dalam pengembangan energi terbarukan di Indonesia," ujar Agung, Senin (30/5/2022).

Dalam kesempatan itu, Siemens Energy menyampaikan ketertarikannya untuk mendukung pengembangan sektor energi di IKN. Siemens Energy sebelumnya memiliki pengalaman untuk pengembangan kota baru di Mesir.

"Tidak hanya dalam hal pengembangan sektor energi khususnya energi terbarukan, namun juga pengembangan fasilitas pendidikan dan fasilitas bagi peningkatan kapasitas SDM pendukung," ungkap Agung.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement