Thursday, 3 Rabiul Awwal 1444 / 29 September 2022

Daging Ternak yang Kena PMK Aman Dikonsumsi Manusia, Ini Syaratnya

Senin 30 May 2022 17:29 WIB

Red: Qommarria Rostanti

Daging hewan yang terjangkit PMK dinilai masih aman dikonsumsi dengen beberapa persyaratan. (ilustrasi)

Daging hewan yang terjangkit PMK dinilai masih aman dikonsumsi dengen beberapa persyaratan. (ilustrasi)

Foto: ANTARA/Adiwinata Solihin
PMK disebut tidak berpengaruh terhadap manusia.

REPUBLIKA.CO.ID, PARIAMAN -- Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Kota Pariaman, Sumatra Barat (Sumbar), memberikan obat sesuai gejala yang dialami ternak, vitamin, serta melakukan penyemprotan disinfektan. Dinas juga meminta peternak menjauhkan ternak terjangkit dari ternak lainnya menyusul ditemukannya 62 ekor ternak di daerah tersebut terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Kota Pariaman Marini Jamal mengatakan, semenjak PMK mulai berjangkit di Sumbar pihaknya melaksanakan rapat koordinasi dengan pihak terkait serta menyosialisasikannya kepada camat dan lurah. "Sejak awal sampai sekarang kami melaksanakan komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) ke seluruh kecamatan di Pariaman. Kami saat ini juga melakukan pembagian obat cacing untuk ternak," katanya.

Baca Juga

Ia menjelaskan, daging ternak yang terjangkit PMK aman dikonsumsi karena penyakit itu tidak berpengaruh terhadap manusia, tapi tetap harus mendapatkan perlakuan yang benar. Daging ternak tersebut harus dimasak dengan suhu 70 derajat Celsius selama 30 menit atau membekukannya sebelum dicuci, serta kantong pembawa daging dibakar atau dikubur agar tidak menyebar ke ternak lainnya.

Meskipun PMK tidak berdampak pada manusia namun wabah ini dapat mengganggu perekonomian terutama terhadap peternak. "Contohnya saja dari informasi yang kami peroleh, ternak yang dipotong paksa di Pariaman harganya Rp 7 juta. Padahal kalau tidak sakit bisa lebih," katanya.

Pihaknya meminta peternak menjaga kebersihan kandang, ternak, serta tidak mencampurkan pakan antara satu ternak dengan ternak lainnya untuk mengantisipasi terjangkit PMK. Sebanyak 62 ekor ternak di Kota Pariaman, telah terjangkit PMK) dan beberapa di antaranya telah dinyatakan sembuh.

"Kasus pertama di Pariaman di Batang Tajongkek, Kecamatan Pariaman Selatan pada Ahad (15/5/2022) sebanyak satu ekor dan keesokan harinya sudah empat ekor. Dari pemeriksaan, tiga ekor dinyatakan positif," kata Marini Jamal di Pariaman, Senin (30/5/2022).

Dia menyebut, kasus ternak positif PMK menyebar ke sejumlah kecamatan yaitu di Pariaman Utara yang saat ini telah mencapai 11 ekor dan Pariaman Timur yang terjangkit dua ekor. Sedangkan di Kecamatan Pariaman Selatan telah mencapai 49 ekor yang 4 ekor di antaranya telah dinyatakan sembuh dan tiga ekor dipotong paksa.

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA