Thursday, 10 Rabiul Awwal 1444 / 06 October 2022

Niat Kolaborasi PKS, Ajakan KIB, dan Respons PDIP

Senin 30 May 2022 14:44 WIB

Red: Andri Saubani

Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ahmad Syaikhu menyampaikan pidato dalam Milad ke-20 Partai Keadilan Sejahtera di Istora Senayan, Kompleks GBK, Jakarta, Ahad (29/5/2022).

Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ahmad Syaikhu menyampaikan pidato dalam Milad ke-20 Partai Keadilan Sejahtera di Istora Senayan, Kompleks GBK, Jakarta, Ahad (29/5/2022).

Foto: ANTARA/Sigid Kurniawan
PKS menyatakan siap berkolaborasi mengusung calon pemimpin untuk Pilpres 2024.

REPUBLIKA.CO.ID, oleh Nawir Arsyad Akbar, Febrianto Adi Saputro

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengaku terbuka dengan ajakan partai politik lain untuk bergabung atau membuat koalisi untuk pemilihan presiden (Pilpres) 2024. Termasuk ajakan dari Partai Amanat Nasional (PAN) untuk bergabung dengan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB).

Baca Juga

"Kami khususkan untuk menjadikan semangat kolaborasi melayani masyarakat yang salah satu wujudnya dengan membuka ruang kolaborasi politik dengan berbagai pihak, termasuk Pilpres," ujar Wakil Sekretaris Jenderal PKS, Ahmad Fathul Bari saat dihubungi, Senin (30/5/2022).

Peringatan Milad ke-20 PKS, jelas Fathul, menjadi momen silaturahim antarelite partai politik dalam menghadirkan kolaborasi untuk melayani Indonesia. Salah satunya adalah mencari jodoh koalisi atau calon presiden untuk diusung pada 2024.

"Masih terbuka ruang kolaborasi, karena PKS juga membutuhkan koalisi dengan parpol lain untuk memenuhi ambang batas pencalonan presiden dan wakil presiden," ujar Fathul.

Dalam pidato kebangsaan perayaan Milad ke-20 PKS di Istora Senayan, Jakarta, Ahad (29/5/2022), Presiden PKS Ahmad Syaikhu mengungkapkan bahwa, kolaborasi merupakan salah satu kunci melahirkan kesejahteraan untuk rakyat Indonesia.

"Dalam kesempatan ini menyaksikan pada PKS, simpatisan, PKS InsyaAllah siap berkolaborasi melahirkan pemimpin-pemimpin, capres-cawapres pada tahun 2024," ujar Syaikhu 

Kendati demikian, ia melihat adanya kendala dalam melahirkan pemimpin-pemimpin baru yang memiliki komitmen untuk membangun Indonesia. Salah satunya adalah ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold sebesar 20 persen.

 

"Kendala tidak ada partai politik yang bisa memajukan secara leluasa kader-kadernya untuk bisa tampil menjadi pemimpin pemimpin nasional. Oleh karena itu sudah selayaknyalah kita sebagai elemen-elemen partai politik, syukur-syukur dalam era kolaborasi yang pada hari ini kita bisa melakukan judicial review terhadap ketentuan presidential threshold 20 persen ini," ujar Syaikhu.

Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan hadir langsung dalam perayaan Milad ke-20 PKS, menggunakan kesempatan pidatonya untuk mengajak PKS bergabung dengan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB). Diketahui, KIB saat ini berisikan PAN, Partai Golkar, dan PPP.

"Kami, Golkar, dan PPP mencoba membuat Koalisi Indonesia Bersatu ya itu coba. Maksudnya mudah-mudahan PKS bisa bersama-sama, maksudnya itu jangan dua lagi, calonnya jangan dua lagi Pilpres besok," ujar Zulkifli dalam pidatonya di Istora Senayan, Jakarta, Ahad.

Zulkifli menjelaskan, polarisasi di masyarakat masih terasa pascapemilihan presiden (Pilpres) 2019. Hal tersebut merupakan dampak hanya hadirnya dua pasangan calon presiden dan calon wakil presiden yang membuat pendukungnya mati-matian membela keduanya.

"Atmosfer kita itu pengap, negatif, dan tidak produktif. Mungkin akibat Pilpres kemarin hanya dua pasang. Karena pilpres hanya dua pasang, para pendukung mati-matian mendukung kandidatnya," ujar Zulkifli.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA