Senin 30 May 2022 11:54 WIB

Paus Fransiskus Puji Upaya Erdogan Damaikan Rusia-Ukraina

Paus Fransiskus menghargai upaya Erdogan damaikan Rusia dan Ukraina

Rep: Fergi Nadira B/ Red: Esthi Maharani
Paus Fransiskus menghargai upaya Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan untuk mendamaikan Ukraina dan Rusia.
Foto: AP/Andrew Medichini
Paus Fransiskus menghargai upaya Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan untuk mendamaikan Ukraina dan Rusia.

REPUBLIKA.CO.ID, VATICAN CITY - Paus Fransiskus menghargai upaya Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan untuk mendamaikan Ukraina dan Rusia. Hal ini ia sampaikan melalui utusan Turki untuk Vatikan pada Ahad (29/5/2022) waktu setempat.

"Paus mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Turki, yang telah melakukan kontak dengan kedua belah pihak sejak awal konflik dan telah bekerja untuk perdamaian," kata Duta Besar Lutfullah Goktas usai pertemuannya dengan Paus Fransiskus dalam membahas perang Rusia di Ukraina, dikutip laman Anadolu Agency, Senin (30/5/2022).

Dalam pertemuannya, Paus mengatakan kepada Goktas, bahwa solusi hanya dapat ditemukan melalui diplomasi dan negosiasi, bukan melalui perang. "Satu-satunya cara yang mungkin untuk membangun gencatan senjata dan memulai negosiasi adalah melalui diplomasi," ujarnya.

Ia juga memberitahu Paus tentang inisiatif diplomatik dan uoaya bantuan kemanusaan Turki. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan juga ditegaskan masih berusaha untuk mendamaikan Rusia dan Ukraina.

Goktas mencatat bahwa Turk sangat mementingkan seruan yang Paus sebut untuk perdamaian ke para pihak bertikai. "Saya sangat senang mengamati bahwa Paus, yang telah mengikuti dengan cermat upaya rekonsiliasi Presiden kita, juga berbagi kepekaan yang sama dengan negara kita," ujar Goktas.

Dubes juga mengatakan kepada Paus mengenai perjuangan Turki melawan kelompok-kelompok teror selama bertahun-tahun untuk keamanan nasionalnya. Ia mengatakan negara itu mengharapkan sekutunya untuk menunjukkan tekad yang sama. "Seperti Tahta Suci, Turki ingin perang dan tragedi kemanusiaan segera berakhir," katanya.

Menurut perkiraan PBB, setidaknya 4.301 warga sipil telah tewas dan 4.735 terluka sejak perang di Ukraina dimulai pada 24 Februari. Jumlah korban sebenarnya diyakini jauh lebih tinggi.

Badan pengungsi PBB juga mencatat lebih dari 6,6 juta orang juga telah melarikan diri ke negara lain, sementara lebih dari 7,7 juta telah mengungsi di dalam negeri. Angka-angka itu mewakili sekitar sepertiga dari populasi pra-perang Ukraina yang berjumlah 43 juta orang.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement