Monday, 10 Muharram 1444 / 08 August 2022

Apakah Cacar Monyet Berpotensi Jadi Pandemi? Ini Jawaban Epidemiolog

Senin 30 May 2022 06:48 WIB

Rep: Rr Laeny Sulistyawati/ Red: Christiyaningsih

 Kasus cacar monyet terjadi di berbagai negara dan dikhawatirkan terus meluas. (ilustrasi)

Kasus cacar monyet terjadi di berbagai negara dan dikhawatirkan terus meluas. (ilustrasi)

Foto: www.wikimedia.com
Kasus cacar monyet terjadi di berbagai negara dan dikhawatirkan terus meluas

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kasus cacar monyet (monkeypox) terus terjadi di berbagai negara dan dikhawatirkan terus meluas kemudian menjadi pandemi. Epidemiolog dari Universitas Airlangga (Unair) Surabaya Windhu Purnomo memperkirakan status cacar monyet tidak akan menjadi pandemi karena vaksin untuk penyakit ini sudah ada.

"Kemungkinan cacar monyet jadi pandemi seperti Covid-19 sepertinya tidak. Alasannya karena sudah ada vaksinnya, jadi tak perlu ada penelitian untuk mencari vaksinnya," ujar Windhu, Ahad (29/5/2022).

Baca Juga

Sebenarnya cacar monyet sudah lama ada di dunia, yaitu sejak 1970-an di Afrika Tengah dan di Indonesia sudah eradikasi penyakit ini sejak 1980 lalu. Artinya, masyarakat Indonesia yang berusia di atas 45 tahun ke atas sudah aman karena sebelumnya telah mendapatkan vaksinasi cacar. Ia menjelaskan vaksin cacar juga bisa digunakan untuk melawan monkeypox. Kendati demikian, masyarakat yang belum mendapatkan vaksin cacar memiliki risiko tertular penyakit ini. 

Ia mengakui, sebenarnya semua penyakit menular berpotensi menjadi kejadian luar biasa (KLB) atau wabah atau pandemi. "Sekarang tergantung kondisi agen penyebab penyakit menular itu entah virus, bakteri, parasit. Semua itu punya potensi (menjadi pandemi)," katanya.

Namun, karena vaksin cacar sudah tersedia maka kemungkinan cacar monyet jadi pandemi seperti Covid-19 sepertinya mustahil terjadi. Kendati demikian, ia meminta jika status cacar monyet benar jadi wabah maka semua masyarakat divaksinasi. Terutama mereka yang belum divaksin cacar bisa disuntik sekali seumur hidupnya untuk melawan cacar monyet.

Selain itu, Windhu meminta pemerintah Indonesia menjaga pintu masuk perbatasan untuk mencegah masuknya penyakit ini. Apabila ada suspek cacar monyet langsung dikarantina dan diisolasi. Selain itu, Windhu meminta untuk sementara pemerintah menghentikan masuknya hewan masuk terutama primata monyet dan binatang pengerat. 

"Sementara jangan impor binatang seperti ini. Hewan-hewan yang lain juga tetap harus dikarantina," ujarnya.

Windhu meminta masyarakat juga melakukan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Dengan melakukan upaya-upaya ini, ia optimistis cacar monyet tidak akan menjadi pandemi. 

Monkeypox terus menyebar ke sejumlah negara baik di Eropa maupun di Amerika. Terbaru, Irlandia dan Meksiko telah mengonfirmasi kasus pertama cacar monyet. Badan kesehatan Irlandia mengonfirmasi kasus pertama monkeypox pada akhir pekan kemarin. 

"Kasus dugaan terpisah juga sedang diselidiki dan hasil tes sedang ditunggu," kata Eksekutif Layanan Kesehatan (HSE) Irlandia dalam sebuah pernyataan seperti dikutip dari laman Al Arabiya, Ahad (29/5/2022). 

Pada Sabtu, pejabat kesehatan di Meksiko mengonfirmasi kasus cacar monyet pertama yang diketahui di negara itu. Kasus pertama diidentifikasi pada seorang warga Amerika Serikat (AS) berusia 50 tahun yang dirawat di Mexico City.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA