Saturday, 3 Zulhijjah 1443 / 02 July 2022

Jokowi: Indonesia Terus Dukung Upaya Pemulihan Pascapandemi

Ahad 29 May 2022 12:46 WIB

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Muhammad Fakhruddin

Jokowi: Indonesia Terus Dukung Upaya Pemulihan Pascapandemi. (Ilustrasi).

Jokowi: Indonesia Terus Dukung Upaya Pemulihan Pascapandemi. (Ilustrasi).

Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden
Terdapat tiga sektor penting yang akan menjadi prioritas presidensi Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan, Indonesia akan terus mendukung upaya pemulihan pascapandemi. Ia pun mendorong agar dunia melakukan percepatan pemulihan ekonomi melalui investasi di sektor kesehatan nasional, investasi SDM untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing, serta diperlukan penguatan fundamental makro ekonomi dan memanfaatkan peluang ekonomi hijau.

“Indonesia akan terus mendukung upaya pemulihan pasca pandemi,” kata Jokowi dalam sambutannya di acara The Future of Asia Conference, yang disiarkan melalui kanal Youtube Sekretariat Presiden, dikutip pada Ahad (29/5/2022).

Baca Juga

Jokowi menyampaikan, terdapat tiga upaya yang akan dilakukan Indonesia untuk mendukung upaya pemulihan. Pertama yakni meningkatkan kerja sama bilateral. Ia menjelaskan, Indonesia akan terus mengupayakan penguatan kerja sama ekonomi terutama dengan mitra-mitra strategisnya seperti Jepang.

Dalam pembicaraannya dengan PM Jepang Fumio Kishida, keduanya sepakat untuk semakin menguatkan kemitraan ekonomi, meningkatkan perdagangan dan investasi, memperluas akses pasar, serta mengatasi hambatan perdagangan terutama ekspor produk pertanian dan perikanan Indonesia.

Kedua, meningkatkan kerja sama dalam kerangka Asean. Indonesia, kata Jokowi, akan mendorong negara-negara Asean untuk bersama-sama bekerja keras agar dapat menikmati rantai nilai global dan lebih maju.

“RCEP yang telah disetujui dua tahun lalu perlu untuk segera diimplementasikan untuk memperkuat integrasi ekonomi kawasan yang saling menguntungkan. Implementasi RCEP berpotensi meningkatkan perdagangan kawasan 10 persen dalam 5 tahun ke depan dan berkontribusi 187 miliar USD pada GDP kawasan,” jelas Jokowi.

Ketiga, sebagai Presiden G20, Indonesia ingin memanfaatkan momentum ini dan memastikan agar G20 menjadi katalisator pemulihan global. Menurut dia, terdapat tiga sektor penting yang akan menjadi prioritas presidensi Indonesia.

Pertama yakni penguatan aristektur kesehatan global untuk memastikan ketersediaan sumber daya bagi penanganan Covid-19 serta penguatan kesiapsiagaan menghadapi darurat mendatang. Kedua, transisi energi untuk memastikan dukungan teknologi, investasi, dan pembiayaan.

“Transisi energi dan pembangunan hijau khususnya bagi negara berkembang,” ujarnya.

Dan ketiga, transformasi digital untuk memperkuat sumber pertumbuhan baru dan perluasan peluang ekonomi termasuk untuk UMKM. Jokowi pun berharap tahun ini menjadi tahun pemulihan bagi dunia.

 

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA