Saturday, 3 Zulhijjah 1443 / 02 July 2022

Irlandia Konfirmasi Kasus Pertama Cacar Monyet

Ahad 29 May 2022 06:23 WIB

Red: Friska Yolandha

Wabah Cacar Monyet Buat WHO Tingkatkan Kewaspadaan

Wabah Cacar Monyet Buat WHO Tingkatkan Kewaspadaan

Foto: Republika
Sekitar 20 negara di mana cacar monyet tidak endemi sudah melaporkan wabah tersebut.

REPUBLIKA.CO.ID, DUBLIN -- Irlandia sudah mengonfirmasi kasus pertama cacar monyet, kata badan kesehatan negara itu, Sabtu (28/5/2022). Kasus dugaan terpisah juga sedang diselidiki dan hasil tes sedang ditunggu, kata Eksekutif Layanan Kesehatan (HSE) dalam pernyataannya.

Sekitar 20 negara di mana cacar monyet tidak endemi sudah melaporkan wabah penyakit virus itu, dengan lebih dari 200 infeksi yang terkonfirmasi atau diduga sebagian besar di Eropa. Sebelumnya, Argentina juga telah mengonfirmasi kasus cacar monyet pertama di Amerika Latin.

Baca Juga

Spanyol, Inggris dan Portugal adalah negara-negara dengan kasus paling banyak wabah yang biasanya ditemukan di bagian Afrika Barat dan Tengah. Sebagian besar infeksi yang dilaporkan di seluruh dunia sejauh ini tidak serius. Banyak, tetapi tidak semua, orang-orang yang didiagnosis dalam wabah cacar monyet baru-baru ini adalah laki-laki yang berhubungan intim dengan sesama laki-laki.

Gejalanya meliputi demam dan ruam kulit.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan bahwa kasus cacar monyet (monkeypox) yang ditemukan dalam beberapa pekan terakhir di sejumlah negara, bisa jadi baru permulaan. WHO mengingatkan boleh jadi ini hanya puncak gunung es.

“Kami tidak tahu apakah kami hanya melihat puncak gunung es atau jika ada lebih banyak kasus yang tidak terdeteksi di masyarakat,” kata Sylvie Briand, Kepala Kesiapsiagaan, Pencegahan Epidemi dan Pandemi WHO, seperti dikutip dari The Guardian, Sabtu.

Boleh jadi fenomena saat ini adalah awal dari wabah. Briand memperkirakan akan ada lebih banyak kasus dalam beberapa hari mendatang. Tetapi dia juga menekankan agar publik tidak perlu panik.

Para ahli masih mencoba untuk menentukan apa penyebab utama yang telah mendorong "situasi yang tidak biasa" ini. Pemeriksaan awal tampaknya tidak menunjukkan bahwa virus yang menyebabkan cacar monyet telah berubah atau bermutasi.

Briand juga berharap bahwa penyebarannya bisa dihentikan. WHO memiliki peluang bagus untuk menghentikan penularan dari sematang dan melakukan tindakan yang tepat. 

“Kita mungkin dapat mengatasi ini dengan mudah,” tambah dia.

 

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA