Saturday, 15 Muharram 1444 / 13 August 2022

Sutradara Kondang Jepang 'Terbeban' Arahkan Sederet Aktor Papan Atas Korea di Film Broker

Sabtu 28 May 2022 23:15 WIB

Red: Reiny Dwinanda

Sutradara kawakan Jepang, Hirokazu Kore-eda, mengarahkan sederet aktor papan atas Korea di film Broker.

Sutradara kawakan Jepang, Hirokazu Kore-eda, mengarahkan sederet aktor papan atas Korea di film Broker.

Foto: EPA-EFE/CLEMENS BILAN
Hirokazu Kore-eda menjadi sutradara Broker, film penuh bintang Korea.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sutradara kawakan Jepang Hirokazu Kore-eda mengatakan dia merasakan beban sukses karena semua aktor Korea yang terlibat dalam film barunya mungkin membuat iri sutradara Korea. Kini, ia tengah berkompetisi untuk penghargaan bergengsi festival film Cannes.

Setelah memenangi Palme d'Or pada 2018 untuk film Shoplifters, Kore-eda kembali lagi ke Cannes dengan Broker. Film barunya mengisahkan praktik kontroversial kotak bayi tempat menaruh bayi yang tak diinginkan.

Baca Juga

Kore-eda memilih Korea Selatan sebagai lokasi setelah bertemu dengan sejumlah aktor papan atas Negeri Ginseng. Mereka yang bermain di filmnya adalah aktor-aktor super populer.

Jajaran para bintang itu meliputi Song Kang-ho yang bermain di film Parasite, Gang Dong-won dari Peninsula, hingga Bae Doona yang pernah bekerja bersama Kore-eda dalam film Air Doll. Selain itu, ada penyanyi Lee Ji-eun alias IU.

"Saya tahu saya punya pemeran yang sangat bergengsi, dan teknisi terbaik negeri tersebut, dan itu bisa membuat sutradara-sutradara Korea sedikit iri," kata Kore-eda kepada AFP dikutip Jumat.

"Artinya kalau filmnya gagal atau tidak sesuai ekspektasi penonton, tentu saja itu salah saya. Saya pernah berkelakar bahwa ini membuat saya terbebani, tapi saya kira itu ada benarnya."

Broker menceritakan kotak bayi di mana para ibu bisa secara anonim membuang bayi mereka untuk menghindari stigma dan kesulitan menjadi orang tua tunggal di masyarakat yang menganut patriarki. Mereka yang sering ditempatkan di panti asuhan kemudian akan bertanya-tanya, sebagai bayi yang tak diinginkan, mungkin lebih baik mereka tak dilahirkan.

sumber : Antara
Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA