Sunday, 4 Zulhijjah 1443 / 03 July 2022

Ibu Pelaku Penembakan SD Texas: Mohon Jangan Hakimi Anak Saya, Dia Punya Alasannya Sendiri

Sabtu 28 May 2022 16:57 WIB

Rep: Santi Sopia/ Red: Reiny Dwinanda

Petugas berkumpul di luar Robb Elementary School setelah penembakan, Selasa, 24 Mei 2022, di Uvalde, Texas, Amerika Serikat.

Petugas berkumpul di luar Robb Elementary School setelah penembakan, Selasa, 24 Mei 2022, di Uvalde, Texas, Amerika Serikat.

Foto: AP Photo/Dario Lopez-Mills
Sebanyak 19 siswa dan dua guru di Texas menjadi korban penembakan brutal.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Selang beberapa hari setelah putranya, Salvador Ramos, melakukan penembakan brutal di sekolah dasar di Texas, AS yang menewaskan 19 siswa dan dua guru, ibu pelaku, Adriana Martinez, menyampaikan permintaan maafnya. Dia sekaligus meminta publik tak langsung menghakimi putranya yang berusia 18 tahun itu.

Berbicara kepada Televisa dengan air mata berlinang, Adriana meminta maaf dan memohon pengampunan atas tindakan anaknya. Dia menyebut sang anak punya alasan untuk melakukan perbuatannya.

Baca Juga

"Tolong jangan menghakimi dia. Saya hanya ingin anak-anak tak berdosa yang meninggal tersebut memaafkan saya," kata Adriana, seperti dikutip dari India Today, Sabtu (28/5/2022).

Sementara itu, dikutip dari The Guardian, Adriana mengaku enggan memperhatikan hal-hal buruk lainnya. Dia juga sulit berkata-kata.

"Aku tidak tahu," jawab dia saat ditanya apakah tahu alasan putranya melakukan penembakan.

Dalam wawancara terpisah dengan Daily Beast, ayah pelaku juga mengaku hanya ingin orang-orang tahu bahwa dia dengan tulus meminta maaf atas perbuatan anaknya. Dia tidak pernah mengira anaknya melakukan hal seperti itu.

"Dia (Ramos) seharusnya membunuhku saja, kau tahu, daripada melakukan sesuatu seperti itu pada seseorang," kata ayah pelaku.

Sang ayah yang berusia 42 tahun itu dimetahui sedang bekerja ketika putranya memberondong Robb Elementary School pada Selasa (24/5/2022) pagi waktu setempat. Begitu dikabari sang istri mengenai perbuatan anaknya, dia sempat menelepon penjara setempat untuk mencari tahu apakah putranya ada di sana.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA