Friday, 2 Zulhijjah 1443 / 01 July 2022

Jaringan Bank Pangan Dorong Gerakan Perempuan untuk Kebangkitan Bangsa

Sabtu 28 May 2022 14:23 WIB

Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Jaringan Bank Pangan Indonesia yang terdiri dari Bank Pangan di 43 Kota/Kabupaten dan 230 kecamatan, menggelar kongres yang pertama secara hybrid, Rabu (25/5/2022). Kongres ini dihadiri Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid, Direktur Pangan & Pertanian Bappenas, Anang Noegroho, Guru Besar Pangan dan Gizi IPB, Prof Dr Ahmad Sulaeman, Dosen Psikologi UIN Syarif Hidayatullah, Dr Risatianti Kolopaking, M.Si, pendiri Foodbank of Indonesia, M. Hendro Utomo, serta perwakilan dunia usaha.

Jaringan Bank Pangan Indonesia yang terdiri dari Bank Pangan di 43 Kota/Kabupaten dan 230 kecamatan, menggelar kongres yang pertama secara hybrid, Rabu (25/5/2022). Kongres ini dihadiri Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid, Direktur Pangan & Pertanian Bappenas, Anang Noegroho, Guru Besar Pangan dan Gizi IPB, Prof Dr Ahmad Sulaeman, Dosen Psikologi UIN Syarif Hidayatullah, Dr Risatianti Kolopaking, M.Si, pendiri Foodbank of Indonesia, M. Hendro Utomo, serta perwakilan dunia usaha.

Foto: istimewa
Bank Pangan sebut 8.412 sukarelawan di 43 kabupaten/kota sebagian besar perempuan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Jaringan Bank Pangan Indonesia yang terdiri dari Bank Pangan di 43 Kota/Kabupaten dan 230 kecamatan, menggelar kongres yang pertama secara hybrid, Rabu (25/5/2022). 

Kongres ini dihadiri Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid, Direktur Pangan & Pertanian Bappenas, Anang Noegroho, Guru Besar Pangan dan Gizi IPB, Prof Dr Ahmad Sulaeman, Dosen Psikologi UIN Syarif Hidayatullah, Dr Risatianti Kolopaking, M.Si, pendiri Foodbank of Indonesia, M. Hendro Utomo, serta perwakilan dunia usaha. Kongres pun menghasilkan kesepakatan bahwa pergerakan perempuan yang terorganisir di bidang pangan, penting untuk kebangkitan bangsa Indonesia.

Saat ini kondisi pangan global dalam keadaan yang perlu mendapatkan perhatian serius. Inflasi dan pembatasan aliran pangan serta perubahan iklim, membuat jutaan manusia di seluruh muka bumi dalam posisi rentan pangan. Inflasi, kenaikan harga pangan serta pembatasan aliran pangan pokok seperti gandum, yang sudah mulai diterapkan beberapa negara seperti India dan Slovakia menyebabkan krisis pangan di beberapa wilayah dunia dalam waktu dekat. 

“Kita akan menghadapi krisis pangan, karena dampak dari perubahan iklim dan persoalan global yang akan menutup aliran pangan“ ujar Dr. Hanafi Guciano, Pengamat sosial lingkungan dan ekonomi sirkuler.

Foodbank of Indonesia Network hadir dengan membawa semangat perjuangan membuka akses pangan melalui cara terorganisir. Pendiri Foodbank of Indonesia Network Hendro Utomo,  menyebutkan bahwa FOI Network mendorong terbentuknya organisasi-organisasi bank pangan di daerah sebagai lumbung-lumbung pangan modern yang dipelopori oleh kaum perempuan untuk mengantisipasi krisis pangan dan membangkitkan bangsa di masa depan. 

Saat ini FOI Network mendorong pergerakan 8.412 sukarelawan yang bekerja di akar rumput di 43 kota/kabupaten dan 230 kecamatan di Indonesia, yang 85 persennya adalah perempuan.

Sementara itu, Dr. Risatianti Kolopaking, kepemimpinan perempuan dan kaum ibu terutama di bidang pangan sangatlah penting. Perempuanlah yang mengambil keputusan atas pangan, mulai dari mengumpulkan, mengolah, hingga mendampingi makan anak dan keluarga akan menciptakan generasi masa depan untuk Kebangkitan Bangsa Indonesia. 

“Gerakan 1000 Ibu, yang diinisiasi FOI sejak tahun 2020, yakni kegiatan dari Ibu, untuk Ibu, dan bersama Ibu, merupakan gerakan kebangkitan perempuan melalui pangan yang perlu didorong dan diapresiasi” Ujar Dr. Risa.

Sedangkan Wakil Ketua MPR, Hidayat Nur Wahid, mengatakan perlunya regulasi untuk melindungi pergerakan organisasi bank pangan yang bertujuan untuk mengurangi angka kelaparan dan menekan kemubaziran. “Gerakan bank pangan ini penting, untuk mendorong keadilan pangan di masyarakat, oleh karenanya negara harus mendukung dengan menyiapkan perangkat hukum untuk melindungi operasi organisasi bank pangan.” Ujar Hidayat Nur Wahid.

Sejalan dengan pandangan Prof. Ahmad Sulaeman yang menekankan tentang pentingnya “kedaulatan mulut” yang berarti mendorong konsumsi pangan lokal sebagai bagian dari menuju kebangkitan kedaulatan pangan Indonesia, Anang Noegroho juga menyampaikan pentingnya mewujudkan pangan yang bergizi, inklusif dan berkelanjutan.

Hari Ulang Tahun FOI yang ke-7 merupakan momentum untuk memperkuat jaringan organisasi bank pangan di Indonesia sekaligus mendorong kemakmuran, memerangi kelaparan menuju Kebangkitan Indonesia yang Merdeka 100 persen.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA