Sunday, 4 Zulhijjah 1443 / 03 July 2022

PGN Jamin Layanan Gas Bumi di Medan Terjaga Pascainsiden Bak Valve

Sabtu 28 May 2022 14:20 WIB

Rep: Antara/ Red: Christiyaningsih

Pekerjaan penggantian keran (valve) dalam bak valve PGN mengalami gangguan, Jumat (27/5/2022). Ilustrasi.

Pekerjaan penggantian keran (valve) dalam bak valve PGN mengalami gangguan, Jumat (27/5/2022). Ilustrasi.

Foto: istimewa
Pekerjaan penggantian keran (valve) dalam bak valve PGN alami gangguan, Jumat (27/5)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Subholding Gas PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) segera melakukan penanganan untuk memastikan layanan gas bumi ke seluruh sektor pelanggan baik industri, komersial, dan rumah tangga tidak terganggu pascainsiden di Bak Valve No 140, Jembatan Sei Belumai, Tanjung Morawa, Medan, Sumut pada Jumat (27/5/2022).

Area Head PGN Medan Saeful Hadi dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (28/5/2022), menjelaskan insiden terjadi saat pekerjaan penggantian keran (valve) oleh pekerja di dalam bak valve (keran pengontrol aliran gas), yang dilewati jalur pipa gas tekanan menengah yang mengalami gangguan. Berdasarkan laporan dari lapangan, insiden terjadi pada saat pekerja PGN sesuai prosedur melaksanakan perawatan keandalan jaringan distribusi.

Baca Juga

Pelaksana pekerjaan dilakukan oleh team operation and maintenance PGN Area Medan. Dari pemantauan awal, kondisi gangguan di dalam bak valve mengakibatkan kadar oksigen semakin menipis. Mengingat urgensi perbaikan, yang bersangkutan berupaya memastikan kondisi. Namun pekerja tersebut kehilangan kesadaran karena kekurangan oksigen.

Mengetahui insiden tersebut, tim PGN yang lain segera melakukan evakuasi dibantu petugas pemadam kebakaran. "Dalam kondisi lokasi yang berbahaya dan kadar oksigen yang semakin tipis, yang bersangkutan kehilangan kesadaran," ujar Saeful.

"Kami memohon maaf atas insiden ini dan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya, semoga korban mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT," lanjutnya.

Bagi PGN, insiden ini terjadi di lingkungan Subholding Gas setelah melalui 382.829.365 jam kerja aman. Insiden ini menjadi evaluasi dalam melaksanakan tindakan preventif maupun pengelolaan risiko terkait keselamatan, keamanan, dan kesehatan kerja.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA