Thursday, 13 Muharram 1444 / 11 August 2022

Erick Thohir Shalat Ghaib untuk Buya Syafii di Masjid At-Thohir Los Angeles

Sabtu 28 May 2022 13:03 WIB

Rep: Muhammad Nursyamsi/ Red: Dwi Murdaningsih

Tangkapan layar Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir bersama sejumlah warga muslim menunaikan shalat ghaib untuk guru bangsa, Buya Syafii Maarif di Masjid At-Thohir, Los Angeles, Amerika Serikat (AS).

Tangkapan layar Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir bersama sejumlah warga muslim menunaikan shalat ghaib untuk guru bangsa, Buya Syafii Maarif di Masjid At-Thohir, Los Angeles, Amerika Serikat (AS).

Foto: Instagram
Erick Thohir mengaku sangat kehilangan dengan berpulangnya Buya Syafii.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir bersama sejumlah warga muslim menunaikan shalat ghaib untuk guru bangsa, Buya Syafii Maarif di Masjid At-Thohir, Los Angeles, Amerika Serikat (AS), pada Jumat (27/5/2022).

"Kemarin melaksanakan shalat ghaib untuk melepas kepergian Buya Syafii Maarif di Masjid At-Thohir, Los Angeles," tulis Erick dalam akun Instagram, @erickthohir pada Sabtu (28/5/2022).

Baca Juga

Meski tengah berada di Negeri Paman Sam, Erick mendoakan yang terbaik untuk guru bangsa tersebut. Erick mengaku sangat kehilangan dengan berpulangnya Buya Syafii.

Erick memiliki banyak kenangan khusus, terutama saat dirinya menjadi Direktur Utama Harian Republika. Saat itu, ucap Erick, Buya Syafii sangat giat menulis di kolom Resonansi yang ada di koran Republika.

Erick mengaku kagum dengan produktivitas Buya yang mampu konsisten menyumbangkan buah pikirannya selama 18 tahun atau sejak 2004 untuk media umat Islam terbesar di Indonesia tersebut. 

"Tak berlebihan jika kami semua memanggilmu Guru Bangsa. Lewat kegigihan Buya Syafii dalam pengajaran dan konsistensi beliau dalam menulis, kita semua bisa memiliki cakrawala berpikir yang lebih luas lagi," ucap Erick.

Erick mengatakan tulisan terakhir Buya pada 1 Maret 2022 yang berjudul "Serangan Umum 1 Maret 1949", menjadi penutup yang heroik. Erick menyebut hal ini mengingatkan kita pada cinta Buya Syafii pada bangsa ini.

"Ya Allah, beri kami kemampuan untuk dapat terus menjaga dan memajukan Indonesia, sebagaimana pesan Buya. Aamiin. Selamat jalan Buya," kata Erick.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA